Spunbond Jadi Pilihan Tas Belanja

Denpasar (Bisnis Bali) – Pengelola toko modern, supermarket dan sejenisnya di wilayah Bali, khususnya Kota Denpasar kini dilarang memberikan kantong berbahan plastik kepada konsumen. Sebagai penggantinya, para konsumen diminta membawa tas belanja sendiri.

Hal itu mengacu pada kebijakan pemerintah yang diberlakukan sejak 1 Januari 2019, yakni Pergub Bali No. 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai dan Perwali Denpasar No. 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Kedua peraturan anyar tersebut bertujuan untuk mengurangi sampah plastik sehingga terwujud lingkungan yang bersih.

Pemberlakuan kebijakan tersebut tak hanya memberi dampak positif terhadap kebersihan lingkungan, namun juga bagi pengusaha dan penjual tas nonplastik yang ramah lingkungan. Jenis tas yang biasa disebut spunbond, kini menjadi salah satu pilihan masyarakat sebagai tas belanja.

Karyawan Toko Nadhi Mart di Jalan Hayam Wuruk Denpasar, Novi mengatakan sejak pemberlakuan peraturan tersebut, permintaan terhadap tas spunbond mulai meningkat. Namun sejatinya, pihaknya telah menyediakan aneka tas nonplastik sejak dua tahun lalu, sebelum adanya peraturan itu.

“Permintaan tas nonplastik (spunbond) mulai meningkat. Bahkan ada toko-toko lain memesan kepada kami hingga ribuan pcs untuk dijual kembali dan diberikan kepada konsumennya. Kami pun di sini memberlakukan belanja tanpa kantong plastik,” ujar Novi.

Spunbond sebenarnya bukanlah tas jenis baru. Tas jenis ini biasa digunakan sebagai pembungkus produk atau goodybag. Bahannya sangat ringan, tipis namun lumayan kuat untuk membawa beban yang cukup berat. Tas ini pun ramah lingkungan karena bisa dipakai berulang kali dan bahkan bisa dicuci dengan mudah.

“Tas belanja jenis ini ada berbagai warna yang dominan cerah, seperti merah, hijau, putih, hitam, biru, pink, orange dan kuning. Harganya berkisar Rp 2 ribu – Rp 4 ribu tergantung ukurannya,” tambahnya.  (dar)