Promosi Pariwisata Dianggarkan Rp8,1 M

Mangupura (Bisnis Bali) – Selain program prorakyat, Badung juga tetap menganggarkan kegiatan untuk promosi pariwisata pada 2019. Tak tanggung-tanggung, kegiatan ini memperoleh gelontoran dana hingga Rp8,1 miliar.

Saat jumpa media, Rabu (16/1) kemarin, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan daerah (Bappeda) Badung Wade Wira Dharmayuda, S.H., M.M. memastikan anggaran promosi Rp8,1 miliar pada 2019 ini. “Dana ini digunakan untuk promosi ke delapan negara,” tegasnya.

Sebagai sebuah destinasi wisata internasional, Bali khususnya Badung tetap harus melakukan promosi di tengah persaingan ketat antardestinasi. Dengan promosi langsung ini, tegasnya, akan ada kedekatan dengan calon-calon wisatawan di negara luar. “Dengan begitu, Bali khususnya Badung akan tetap dilirik sebagai objek kunjungan,” katanya.

Seperti sebelumnya, promosi secara teknis dilakukan bekerja sama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung. Dengan mendatangi langsung lewat table top, kami berharap wisatawan kian banyak datang ke Badung.

Terkait dengan serbuan sampah yang menyasar sejumlah pantai di Badung seperti pantai Kuta, Seminyak, dan Legian, Kepala Bappeda menyatakan, Badung telah menambah anggaran menjadi Rp 19 miliar pada 2019 ini. Dana ini digunakan untuk pembelian alat-alat berat pendukung termasuk truk-truk pengangkut sampahnya.

Bagi Badung, pantai merupakan salah satu objek wisata vital dalam menggaet kedatangan wisatawan. Karena itu, Badung sigap menjaga keasrian dan kebersihan pantai yang ada.

Terkait kerja sama kebersihan antarakabupaten di Bali, Wira Dharmajaya menyatakan bisa melakjukan koordinasi dnegan baik. Yang tak dapat dilakukan jika kirim sampah berasal dari provisnsi lain. “Kami tentu harus menggendeng pihak lain untuk melakukan nota kesepahaman atau MoU,” katanya. (sar)