Ketimpangan Pendapatan di Bali Turun

Denpasar (Bisnis Bali) – BPS Bali mencatat ketimpangan pendapatan di Bali diukur dengan rasio gini mengalami penurunan. Pada Maret 2018 tercatat 0,377, turun menjadi 0,364 pada September tahun yang sama .

“Nilai gini ratio ini berkisar antara 0-1. Makin tinggi nilai gini ratio, menunjukkan ketimpangan yang makin tinggi pula,” tutur Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi Bali, Dedi Cahyono, S.E., M.A., MSE di Denpasar, Selasa (15/1) kemarin.

Terangnya, berdasarkan daerah tempat tinggal, gini ratio di daerah perkotaan tercatat 0,363 pada September 2018, turun 0,018 poin dibanding gini ratio Maret 2018 yang tercatat mencapai 0,381. Di sisi lain, September 2018 di daerah perdesaan, gini ratio tercatat 0,310, turun 0,007 poin dibanding gini ratio tercatat 0,317 periode yang sama.

Jelas Dedi, September 2018 terkait jumlah penduduk miskin di Bali tercatat pada kisaran 168,34 ribu orang. Jumlah ini mengalami penurunan 3,42 ribu orang jika dibandingkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2018 yang sekitar 171,76 ribu orang. Katanya, secara persentase, penduduk miskin di Bali juga mengalami penurunan 0,10 poin dari 4,01 persen pada Maret 2018 menjadi 3,91 persen pada September 2018.

Sambungnya, berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode Maret 2018-September 2018, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan tercatat mengalami peningkatan 4,42 ribu orang dari 94,03 ribu orang pada Maret 2018 menjadi 98,45 ribu orang pada September 2018. Lanjut Dedi, jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan turun dari 77,73 ribu orang pada Maret 2018 menjadi 69,89 ribu orang pada September 2018, atau berkurang 7,84 ribu orang.

“Pada periode yang sama, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan tercatat mengalami kenaikan dari 3,32 persen menjadi 3,36 persen. Sedangkan, persentase penduduk miskin di daerah perdesaan tercatat mengalami penurunan dari 5,38 persen menjadi 5,08 persen,” ujarnya.

Sementara itu, peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan. Pada September 2018, peranan komoditas makanan dan bukan makanan terhadap garis kemiskinan tercatat masing-masing 69,06 persen dan 30,94 persen. (man)