Bali Peringkat Ketiga Pencapaian NIK

Denpasar (Bisnis Bali) – Nomor Induk Koperasi (NIK) merupakan identitas koperasi. Selain untuk legalitas, NIK juga untuk memvalidasi data koperasi di Indonesia. Dari data yang ada di Bali sampai saat ini pencapaian NIK sudah mencapai 1.890 koperasi.

“Jumlah ini merupakan peringkat ke-3 se-Indonesia setelah Yogyakarta dan Jawa Timur,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, S.E., M.M., Selasa (15/1).

Ia menegaskan, NIK merupakan program Kementerian Koperasi dan UKM RI yang wajib dilaksanakan sampai di daerah. NIK merupakan hal yang penting menyangkut nomor badan hukum koperasi masing-masing, sehingga semua koperasi wajib memiliki NIK. Pendataan melalui NIK juga diharapkan mendapatkan jumlah koperasi yang riil. Tidak ada lagi data dan kenyataan berbeda.

”Melalui NIK nantinya koperasi akan by name by address. Jadi pemerintah akan melakukan pembinaan kepada koperasi yang sudah terdaftar melalui NIK. Kalau yang belum mencari NIK berarti belum masuk daftar koperasi binaan pemerintah. Untuk itu kami berharap agar semua koperasi mencari NIK. Datang saja ke dinas masing-masing, nanti akan diberikan informasi cara mengajukan NIK,” katanya.

Ia menambahkan, Diskop UKM Bali sudah terus berkoordinasi dengan dinas di kabupaten/kota se-Bali agar terus melakukan sosialisasi kepada seluruh gerakan untuk segera mencari NIK, sehingga di masing-masing daerah memiliki data yang riil.

”Misalnya di Kota Denpasar jumlah koperasinya 1.065 namun nanti hanya 800 koperasi yang memiliki NIK, maka binaan koperasi Denpasar hanya 800 koperasi saja,” katanya.

Sementara itu, Kadiskop UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena, S.E., M.Si., mengakui, terkait NIK pihaknya terus menerus mensosialisasikan kepada gerakan, termasuk pada saat kegiatan rapat anggota tahunan (RAT) dilakukan pendataan. Jika ditemukan ada koperasi yang belum memohon NIK, maka segera untuk mengurusnya.

”Kami mulai ada program NIK dari Kementerian Koperasi dan UKM RI dan sudah bersosialisasi. Sekarang pas momen pelaksanaan RAT, maka kami saat menghadirinya akan menanyakan koperasi bersangkutan sudah atau belum memiliki NIK. Kalau belum maka langsung kami arahkan untuk mencarinya,” ujar Erwin Suryadarma. (sta)