Triwulan I Tahun 2019, Penjualan Motor Diprediksi Terkendali

Mangupura (Bisnis Bali) – Penjualan motor diprediksi masih terkendali hingga triwulan I Tahun 2019. Demikian Supervisor diler motor di kawasan Jimbran, Yudawan baru – baru ini. Katanya, optimisme tersebut karena prediksi selama triwulan I/2019, kondisi ekonomi optimis mengalami pertumbuhan meski dibayangi ekonomi global. Fluktuasi nilai tukar rupiah hingga harga minyak dunia yang rentan berimbas pada harga BBM nonsubsidi juga harga suku cadang yang tidak banyak terpengaruh kondisi tersebut.

Yudawan juga mengatakan, penjualan motor kali ini tidak terpengaruh penurunan harga BBM nonsubsidi pada awal tahun maupun fluktuatifnya nilai tukar rupihah. Hingga minggu pertama Januari ini, penjualan masih berjalan lancar.

“Adanya berbagai isu di lapangan dan jelang pilpres tidak signifikan mempengaruhi lesunya permintaan motor. Laju penjualan motor masih normal, dan belum ada kekhawatiran yang berarti,” katanya.

Ia menilai, tahun politik yang diprediksi terjadinya penurunan penjualan motor tidak terbukti. Daya beli masyarakat terhadap motor baru, khususnya jenis matik masih normal. Market share tumbuh 20 persen. Pasar Bali tergolong istimewa. Itu ditandai dengan daya beli masyarakat tetap tinggi kendati adanya peraturan uang muka atau down payment (DP). Penjualan rata-rata masih di kisaran 20 unit setiap hari. Kendaraan roda dua masih jadi pilihan utama masyarakat dalam mempermudah transporasi berbagai kegiatan.

“Kami malah optimis triwulan I daya beli motor akan naik,” ujarnya.
Tipe roda dua yang diminati masih kelas motor matik fuel injeksi seri terbaru maupun facelift 125 CC hingga 150 CC. Harga belum ada perubahan masih normal di kisaran Rp 18 jutaan ke atas.

Di pasar motor bekas, Kadek Arka mengatakan, tidak ada perubahan siginifikan antara penurunan harga BBM dengan penjualan motor bekas. Kondisi saat ini kenaikan maupun  penurunan harga BBM bukan menjadi kendala.

Kondisi pasar juga relatif stabil saat ini. Permintaan motor bekas untuk Januari ini juga masih aman dan stok cukup. Bisnis motor bekas mulai menggeliat dengan adanya produk-produk yang berkualitas.

Terkait tren motor bekas yang diminati konsumen, dikatakan, sejak dua tahun terakhir merek motor menjadi alasan utama konsumen membeli motor bekas. Alasannya, salah satu merek motor tertentu memiliki nilai jual tersendiri yang didasari kualitas dan paling digemari masyarakat saat ini. Merek motor bekas yang ada di pasaran saat ini masih Yamaha, Honda,  baik untuk motor sport maupun matik. (dik)