Amlapura (Bisnis Bali) – Gunung Agung Kamis (10/1) malam kembali erupsi dengan mengepulkan asap hitam tebal. Meski gunung tertinggi di Bali itu bergejolak dan erupsi kecil sejak September 2017, wisatawan mancanegara tetap ramai, ingin melihat panorama tersebut dari Bukit Lempuyang atau dari jaba Pura Penataran Lempuyang di Desa Pakraman Purwayu, Kecamatang Abang, Karangasem. Ramainya wisman melihat fenomena Gunung Agung, menyebabkan objek wisata di jalur itu, seperti Taman Tirtagangga, Amed dan Taman Oejoeng juga tetap ramai pengunjung. Pengunjung ke Taman Oejoeng targetnya terlampaui dari 44 ribu tembus 78 ribu wisman pada 2018.

Seperti dipantau dua hari lalu, sedikitnya 500 wisman berwisata melihat panorama dan kemegahan Gunung Agung dari jaba pura yang kini tengah digelar karya Panca Bali Krama itu. Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa selaku Ketua Panitia Karya menyampaikan, tingkat kunjungan wisman yang ingin melihat keindahan alam Karangasem dari Bukit Lempuyang itu sangat tinggi.

Meningkatnya kunjungan sejak Gunung Agung erupsi. Para wisatawan  dan pramuwisata mengatakan, wisman ingin melihat dari dekat fenomena erupsi Gunung Agung. Dari jaba pura atau dari Bukit Lempuyang, puncak Gunung Agung terasa lebih dekat. Pada pagi hari puncak gunung sangat indah berwarna putih keperakan karena abu erupsi.

Sementara kemarin pagi, hujan abu tipis dilaporkan mengarah ke barat laut, selain di Kintamani  hujan abu tipis dilaporkan jatuh sampai ke wilayah Buleleng Barat. Sementara di Karangasem tidak ada dilaporkan hujan abu itu.

Selain ingin melihat erupsi dan panorama keindahan alam Karangasem dari atas bukit Lempuyang, sejak beberapa hari lalu wisman juga melihat daya tarik Pura Penataran Agung Lempuyang yang kebetulan hingga Maret berkaitan dengan karya Panca Bali Krama. Jumat (11/1)  digelar melasti dan upacara segara kertih di Pantai Amed, yang juga merupakan objek wisata yang cukup ramai.

Iring-iringan pamundut pratima, pengayah tetangguran dan pangiring sepanjang sekitar 2 km melintasi jalan dari Pura Penataran Lempuyang, turun menyusuri jalan Amlapura-Culik dan belok ke kanan dari arah Kota Amlapura menuju Pantai Amed. Di Pantai Amed, puluhan wisman yang tengah berwisata di pantai ikut menyaksikan jalannya upacara segara kertih. (bud)