PEMKOT Denpasar melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar terus memaksimalkan upaya penanganan persampahan dengan maksimal. Kali ini, sebagai upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang terpadu dan terintegrasi, pada 2019 seluruh penanganan sampah pinggir jalan dikelola langsung oleh kelompok swakelola sampah di desa/kelurahan. Hal ini ditegaskan Kadis LHK Kota Denpasar, I Ketut Wisada, S.E., saat ini pembentukan kelompok swakelola sampah di Denpasar terus dimaksimalkan.

Bekerja sama dengan desa/kelurahan diharapkan mampu membangun sistem tata kelola persampahan yang terpadu. “Pengelolaan sampah harus terus kita maksimalkan, sehingga penanganannya dapat dimaksimalkan,” jelasnya.

Wisada mengatakan, berdasarkan Perwali Kota Denpasar No. 11/2016 tentang Tata Cara Pengelolaan dan Pembuangan Sampah di Kota Denpasar, sedianya pengelolaan sampah di masyarakat dilaksanakan oleh kelompok swakelola sampah yang dikoordinir oleh desa/lurah, sehingga penanganan sampah yang dimulai dari hulu ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemilahan, pengelolaan dan pemanfaatan sampah.

“Dengan adanya tata kelola yang tepat tentunya dapat mengurangi volume sampah menuju ke TPA, yang anorganik dapat dipilah dan ditabung dalam bank sampah dan yang organik dapat dimanfaatkan untuk kompos,” katanya.

Sampah yang ditampung kelompok swakelola sampah ini nantinya akan diangkut menuju tempat penampungan sementara (TPS), dan dilanjutkan pengangkutan oleh DLHK Kota Denpasar dari TPS menuju TPA. Dengan Perwali tersebut kelompok swakelola sampah harus terus dimaksimalkan guna mendukung penanganan sampah terpadu di Kota Denpasar.

Di Kota Denpasar terdapat sedikitnya 171 kelompok swakelola sampah yang mengelola langsung persampahan di masyarakat serta memberikan edukasi tentang pemilahan sampah. Kendati demikian, masih terdapat beberapa wilayah yang memohon bantuan terkait pengangkutan sampah tepi/pinggir jalan ini.

“Secara umum desa/lurah sudah siap, ada beberapa yang masih bersurat agar dibantu pengangkutan dan kami bantu sembari menunggu kesiapan, dan diimbau bagi masyarakat kota untuk senantiasa memilah sampah dan mengurangi penggunaan sampah plastik,” katanya. (sta)