Pergub No.99 Berpotensi Kendalikan Laju Inflasi

Denpasar (Bisnis Bali) – Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, menurut pengamat ekonomi IB Kade Perdana, berpeluang akan mampu mengendalikan laju inflasi. Selain itu, juga akan menekan pasokan produk pertanian dari luar Bali yang dalam persentase mendominasi saat ini.

“Penerbitan Pergub No.99 ini merupakan langkah yang baik, tidak hanya untuk menjaga kelanjutan maupun peningkatan dari daya saing pada sektor pertanian Bali, tetapi juga memberi dampak yang positif juga kondisi ekonomi Bali nantinya,” tutur Kade Perdana, Rabu (9/1).

Terangnya, dampak pada sektor ekonomi adalah, adanya Pergub No.99 tentu akan membuat kalangan petani berusaha meningkatkan produksi dalam rangka memenuhi permintaan para pelaku usaha (swalayan, hotel hingga restoran) di Bali, seiring dengan itu pasokan barang dari luar daerah bisa ditekan nantinya. Dampaknya, harga produk pertanian akan terjangkau, sehingga itu akan membuat laju inflasi juga makin berada dalam posisi yang terkendali nantinya.

Jelas Wakil Ketua Kadin Bali Bidang Financial dan Moneter ini, selama ini inflasi cenderung dipengaruhi oleh gejolak harga bahan pangan, sehingga nantinya ketika kebutuhan produk pertanian di Bali ini terpenuhi dengan produksi lokal, maka itu akan memberi kontribusi pada terjaganya harga jual di pasaran.

“Bila bisa dipenuhi dari produk lokal, biasanya itu pasti akan membuat harga produk pertanian menjadi lebih murah, sehingga bisa menekan laju inflasi,” ujarnya.

Sementara itu, menurutnya, selama ini laju inflasi Bali, khususnya Denpasar dan Singaraja yang menjadi acuan dari pemantauan BPS berada dalam kondisi terkendali. Diakuinya, itu terbukti dari pencapaian inflasi untuk Denpasar yang berada di kisaran 3,4 persen atau berada di bawah target inflasi nasional yang dipatok 3,5 persen pada 2018 lalu.

“Memaksimalkan hasil, dalam rangka menjaga inflasi dan pertumbuhan ekonomi Bali, harus juga dibarengi peningkatan infrastruktur hingga pemerataan pembangunan antara Bali Selatan dan Bali Utara untuk ke depannya,” tegasnya. (man)