KOSMETIK - Salah satu kegiatan workshop kecantikan di Gedung Bali TV, beberapa waktu lalu. Ekspor produk kosmetik dari Bali  2018, meningkat tajam mencapai 614 persen dengan nilai 372.167 dolar.

BISNIS kosmetik di Bali tak kalah cerah karena kebutuhan pasar yang makin pesat. Berbagai produk kosmetik baik untuk pria maupun wanita kini sudah jadi kebutuhan sehari – hari.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, ekspor produk kosmetik dari Bali  2018, meningkat tajam mencapai 614 persen dengan nilai 372.167 dolar. Sementara itu, impor produk minyak atsiri, kosmetik, dan wangi-wangian di Bali pada Mei 2018 sebesar 3,77 juta dolar. Nilai ini jauh lebih tinggi dari realisasi April 2018 yang sebesar 2,32 juta dolar atau meningkat 62,37 persen secara month-to-month (mtm).

Sejak awal 2018, impor produk ini meningkat signifikan  mencapai puncak pada Mei 2018. Kebijakan relaksasi impor yang memungkinkan produk yang tercakup dalam kelompok komoditas ini tidak termasuk dalam sektor wajib verifikasi di pelabuhan, disinyalemen memudahkan proses masuk ke suatu wilayah.

Ini tantangan sekaligus peluang bagi produsen meningkatkan marketing produk. Demikian marketing leader salah satu produk kosmetik nasional, Sudarwati, Rabu (9/1).

Dikatakan, produk kosmetik legal dan berkualitas menentukan kepercayaan konsumen membelinya. Kosmetik yang digunakan konsumen memiliki pengaruh sensitif pada kulit, rambut, dan bagian tubuh lainnya sehingga harus terjamin kualitasnya.

Kosmetik herbal kini banyak di pasaran. Ini positif bagi konsumen sehingga mampu memberikan manfaat optimal bagi kecantikan dan kepercayaan diri konsumen.

Menghadapi persaingan yang makin ketat, produsen kosmetik nasional harus didorong inovatif dan memberikan layanan terbaik bagi konsumen. Demikian dengan mengoptimalkan bahan baku lokal sehingga harga jual bisa lebih terjangkau.

Kosmetik ke depan akan makin dibutuhkan pasar. Keragaman jenis, dan kualitasnya yang terjamin akan memberi rasa nyaman bagi konsumen menggunakannya.

Sebelumnya, Ayu Dewi bagian promosi produk kosmetik nasional lainnya, mengatakan promosi langsung akan lebih efektif bagi produsen meningkatkan daya saing.

Promosi langsung lewat demo-demo penggunaan kosmetik di pusat keramaian juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pasar. Sebab di tengah persaingan yang ketat, belakangan isu peredaran kosmetik palsu dan berbahaya tak kalah santer. Dengan demo langsung konsumen jadi lebih mengenal kosmetik yang asli sehingga terhindar dari produk kosmetik palsu. (gun)