PROGRAM pemerintah 2019 dinilai sudah berpihak kepada sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dengan rasa optimis, BPR Kanti men-support program pemerintah dengan melakukan berbagai kegiatan strategis dalam menyongsong 2019.

Direktur Utama BPR Kanti, Made Arya Amitaba mengatakan, menyongsong 2019 memperkuat stuktur internal baik mencakup SDM maupun pihak terkait dengan BPR Kanti.
Setiap tahun BPR Kanti rutin menyelenggarakan family gathering. Ini dengan tujuan tidak hanya SDM tetapi keluarga SDM BPR Kanti bisa ikut men-support pertumbuhan kinerja BPR Kanti.

Kegiatan lainnya, BPR Kanti juga melaksanakan customer gathering. Ini sebagai bentuk ucapan terima kasih dan penghargaan kepada nasabah loyal BPR Kanti. Customer membantu BPR Kanti mencapai pertumbuhan kinerja seperti sekarang. BPR Kanti juga melakukan kegiatan edukasi literasi keuangan dalam rangkaian inklusi keuangan. Ini melalui seminar nasional maupun diskusi nasional yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Kegiatan yang paling kongkret penguatan SDM melalui pembentukan Kanti Banking University. Ini bertujuan memberikan pendidikan  dan pelatihan secara berkesinambungan dengan program-program tersebut terkini.  Pelatihan tersebut memudahkan SDM BPR Kanti melakukan pendampingan pada pelaku usaha UMKM di berbagai bidang.

Perkembangan BPR Kanti 2018 cukup membanggakan. Pertumbuhan kredit 12 persen, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 18 persen, dan aset tumbuh 10 persen. Kesiapan BPR Kanti 2019 dengan 10 kantor pelayanan baik kantor pusat, kantor cabang maupun kantor kas. Tahun 2019 BPR Kanti berharap bisa membuka jaringan kantor di kabupaten lain di Bali.

BPR Kanti telah melakukan penguatan teknologi informasi (TI). Ini meliputi penerapan mobile banking, m-banking dan kesiapan penerapan e-money. Kedua layanan ini memudahkan nasabah BPR Kanti dalam bertransaksi, berbelanja atau melakukan pembayaran melalui handphone.

Selain penguatan jaringan kantor dan penerapan TI, pemegang saham BPR Kanti kerkomitmen melakukan penguatan modal secara terus-menerus. Tahun 2019 merupakan tahun politik diharapkan tidak mengganggu atau merusak tatanan program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan UMKM.

Siapa pun Presiden yang terpilih nantinya bisa tetap melanjutkan program yang berpihak pada masyarakat dan khususnya sektor UMKM. Negara kuat ketika pondasi perekonomian dan sektor UMKM kuat. “UMKM kuat, negara pasti kuat,” ucap Made Arya Amitaba. (kup)