KUR Berpotensi Beri Andil Pertumbuhan Ekonomi

Denpasar (Bisnis Bali) – Program penguatan permodalan yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih memberi andil pada pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya yang disumbang oleh kalangan pelaku UMKM. Di sisi lain pemerintah melalui Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, menetapkan KUR mencapai Rp 140 triliun dengan suku bunga 7 persen pada tahun ini.

“Meski dibanderol tetap, kemudian dikaitkan dengan kondisi dan tantangan ekonomi yang kian berat, patokan suku bunga KUR ini cukup ideal dan masih bisa menopang pertumbuhan ekonomi nasional 5-6 persen pada tahun ini,” tutur pengamat ekonomi, IB Kade Perdana, di Denpasar, Selasa (8/1) kemarin.

Terangnya, dari sisi pelaku usaha (UMKM) dengan suku bunga 7 persen tidak akan merasa terbebani dalam melakukan pembayaran kewajibannya, bahkan pelaku usaha kecil ini masih bisa untuk melakukan pengembangan usaha. Selain itu, bunga 7 persen tersebut masih dibarengi dengan makin banyaknya UMKM yang bisa ter-cover oleh program KUR, karena alokasinya naik dibandingkan tahun lalu yang total hanya mencapai Rp123,8 triliun.

“Keringanan modal usaha tersebut tetap akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pada tahun ini. Hal ini ditambah juga dengan adanya alokasi dana desa. Semua itu tentu akan membuat jumlah uang yang beredar di masyarakat bertambah dan itu sekaligus akan mampu mendorong petumbuhan ekonomi untuk lebih baik pada tahun ini,” ujarnya.

Menurut Wakil Ketua Kadin Bali Bidang Finansial dan Moneter ini, kebijakan pemerintah terkait suku bunga KUR ini juga sebagai antisipasi dari kebijakan luar negeri, khususnya Bank Sentral Amerika Serikat The Fed yang berencana akan melakukan peninjauan kembali dengan menaikan suku bunga acuannya mencapai 3 kali selama tahun ini. Asumsinya, kenaikan suku bunga The Fed akan mempengaruhi suku bunga acuan BI 7 DRR yang cenderung ikut naik, sehingga perlu diantisipasi agar sektor usaha di dalam negeri masih tetap berjalan dengan suku bunga yang ringan.

Sementara itu, bercermin dari program yang sama tahun lalu, keberadaan KUR memiliki andil besar dalam menopang ekonomi nasional. Tahun ini, sarannya, agar pencapaiannya maksimal, harus dibarengi dengan meningkatkan sosialisasi ke pelaku usaha serta melakukan pendampingan ke UMKM dalam pemanfaatan bantuan program penguatan modal tersebut. (man)