REKREASI - Wahana rekreasi baru yang berada di Banjar Kebon, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang.

Gianyar (Bisnis Bali) –¬†Gowes di udara merupakan andalan The Tunggir dalam memanjakan pengunjung di lokasi yang masih alami. The Tunggir merupakan wahana rekreasi baru yang berada di Banjar Kebon, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang.

Wayan Suyadnyana pencetus ide ini memaparkan, lokasi The Tunggir bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan dengan jarak sekitar 15 menit dari Ubud dan sekitar 10 menit dari Istana Presiden Tampaksiring. Pengunjung yang datang dari daerah Ubud harus melewati Pasar Tegallalang ke Utara hingga pertigaan depan Kantor Camat, Puskesmas dan Koramil Tegallalang ke kanan.

Dari pertigaan pengunjung sudah dimanjakan hijaunya pemandangan khas perdesaan, setelah melewati Banjar Tangkup, Desa Kedisan, barulah pengunjung bisa ketemu Banjar Kebon, teruslah sampai wilayah perumahan asri dan bersih itu terlewati hingga di ujung utara ketemu sebuah Pura Desa/Puseh Desa Pekraman Kebon, di belakang pura tersebut ada pertigaan dan pilihlah jalan aspal yang lebarnya 5 meter ke kiri.

Dari pura tersebut sekitar lagi 1 km dengan melewati Banjar Tumbakasa, jarak ini bisa ditempuh dengan 500 meter dijalan aspal, 250 meter jalan rabat beton yang hanya bisa dilewati sepeda motor. Jadi yang menggunakan mobil harus parkir di tepi jalan Banjar Tumbakasa, sisanya jalan kaki. Sepanjang perjalanan kaki menuju wahana, pengunjung akan menikmati luasnya hamparan sawah dan aktivitas petani di sepanjang jalan. Tak terasa lelah pengunjung akan terbayar dan pastinya akan sampai dengan diarahkan petani menuju wahana.

Setibanya di wahana, pengunjung sudah bisa melihat ratusan wisatawan asing dan domestik yang trekking di antara sawah yang asri. Bagaimana tidak areal tersebut lebih dikenal dengan sebutan Ceking Teras Tegallalang, hanya saja sekarang pengunjung harus lewat jalur belakang ke lokasi sawah dan wahana yang berada di bagian utara Ceking Teras.

Pengunjung juga bisa melewati jalur umum lewat Ceking Teras atau lewat Banjar Pakudui, namun akan lebih asyik lewat jalur aslinya. Siap-siap saja, mau menikmati wahana apa di lokasi, mulai dari ayunan, flying fox, sepeda di udara dan berbagai permainan yang menguji adrenalin. Namun, ketersediaan rumah makan dan restoran masih terbatas, alangkah baiknya pengunjung makan dahulu sebelum ke lokasi. Karena jarak wahana dan restoran sekitar 500 meter yang ditempuh dengan jalan kaki. Kalau hanya kelapa muda dan minuman kaleng masih bisa dibeli di warung. “Masa promo ini kami belum mematok tiket,” kata Suyadnyana.

Kalau pengunjung mengajak anak-anak, sebaiknya anak di atas usia 7 tahun, sehingga lebih nyaman menikmati wanana. Keamanan dan kenyamanan pengguna wahana utamanya sepeda di udara sudah diuji oleh ahlinya, keselamatan pengunjung juga dijamin oleh instruktur yang sudah berpengalaman. “Jadi jangan waswas kalau tali putus atau terjadi hal yang tidak diinginkan. Keamanan dan keselamatan pengunjung sudah kami pertimbangkan dengan ahlinya sebelumnya kami telah¬† menguji alat ini, sehingga alat yang dipergunakan sudah melalui berbagai ujian keselamatan,” katanya. (kup)