Nilai Ekspor Bali Melonjak 13,73 Persen

Denpasar (Bisnis Bali) – Nilai ekspor barang Provinsi Bali yang dikirim lewat beberapa pelabuhan di Indonesia tercatat mencapai 61.363.267 dolar AS pada November 2018. Angka tersebut mengalami lonjakan 13,73 persen dibandingkan nilai ekspor Oktober 2018.

“Ekspor ini mengalami peningkatan 13,73 persen dari bulan sebelumnya hanya mencapai  61.363.267 dolar AS. Jika dibandingkan dengan November 2017, nilai ekspor November 2018 juga tercatat meningkat 33,96 persen,” tutur Kepala Bidang Integrasi Pengolahan Data Statistik BPS Bali Kadek Agus Wirawan, di Denpasar, belum lama ini.

Terangnya, menurut negara tujuan ekspor, peningkatan nilai ekspor dari bulan sebelumnya dominan dipengaruhi oleh meningkatnya nilai ekspor tujuan Amerika Serikat mencapai 3.033.315 dolar AS. Katanya, kenaikan nilai ekspor ke Amerika Serikat didominasi oleh komoditas kertas atau karton (terutama kertas cigaret).

“Selain tujuan Amerika Serikat, ekspor tujuan Australia juga mengalami peningkatan 2.401.426 dolar AS,” ujarnya.

Sambungnya, komoditas utama yang mempengaruhi peningkatan ekspor ke negara tersebut antara lain produk perhiasan atau permata (terutama mutiara). Selain Australia, ekspor tujuan Hongkong turut memberikan andil terhadap peningkatan nilai ekspor Provinsi Bali. Ekspor tujuan Hongkong naik 1.191.271 dolar AS yang didominasi oleh produk perhiasan atau permata.

Dilihat dari sisi pangsa ekspor, paparnya, November 2018 sebagian besar ekspor ditujukan ke Amerika Serikat 29,10 persen, Tiongkok 11,37 persen. Selain itu disumbang juga oleh Australia 10,11 persen, Singapura 7,64 persen, Hongkong 5,92 persen, Jepang 5,30 persen, Taiwan 3,67 persen, Thailand 3,28 persen, Jerman 2,09 persen, Inggris 1,73 persen, dan 19,78 persen diekspor ke negara lainnya.

“Nilai ekspor tujuan Taiwan mengalami peningkatan tertinggi hingga ratusan persen. Peningkatan ekspor tersebut dominan dipengaruhi oleh meningkatnya ekspor produk ikan dan udang terutama jenis ikan cumi-cumi,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan sektor, kumulatif ekspor barang asal Provinsi Bali didominasi oleh sektor industri pengolahan yang tercatat 90,191 persen dari total keseluruhan ekspor. Jika dibandingkan dengan kumulatif Januari-November 2017, ekspor di sektor industri pengolahan menunjukkan peningkatan 10,29 persen. (man)