Petani Anggur Hitam Terkendala Musim Hujan

Singaraja (Bisnis Bali) – Musim hujan seperti sekarang ini menjadi tantangan bagi para petani buah khususnya petani anggur hitam. Buah anggurnya yang telah memasuki masa panen sebagian justru  berwarna kemerahan.

Salah seorang petani anggur dari Desa Dencarik, Kecamatan Banjar Buleleng Made Srinadi menuturkan, cuaca buruk yang belakangan ini melanda sangat berdampak pada pertanian anggur yang menjadi sumber penghasilan utamanya.

Ia mengungkapkan, meskipun jumlah produksi buah cenderung tinggi, apabila warna anggur tidak maksimal atau memerah akan berpengaruh pada nilai jual anggur tersebut di pasaran. Karena fenomena yang terjadi selama ini anggapan konsumen terhadap anggur hitam yang tidak merah maksimal adalah anggur yang masih muda dan terasa asam.  “Rasanya tetap manis karena usia anggur sudah waktunya dipanen, hanya warnanya yang sebagian ada yang memerah,” ungkapnya.

Sejatinya anggur hitam yang kemerahan justru dikarenakan faktor alam dan curah hujan yang tinggi sehingga tidak mampu menghasilkan warna maksimal. Baru-baru ini harga buah anggur di tingkat petani hanya Rp 5.000 per kilogramnya. “Tanaman anggur saat cuaca panas justru hasilnya paling baik dan hujan tidak terlalu sering. Seperti itu baru buahnya bisa bagus serangan hama juga sedikit,” terangnya.

Diketahui kebutuhan pasar akan anggur hitam masih cukup tinggi. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemeliharaan secara intensif pun  dilakukan untuk tanaman anggur yang belum memasuki masa panen agar dapat memperkecil kerugian. (ira)