Pertumbuhan ekonomi pada 2019 berpotensi mengalami akselerasi dan tumbuh di kisaran 6- 6,4 persen. Berdasarkan indikator dan hasil survai serta liaison, tumbuhnya perekonomian Bali pada tahun babi tanah ini didukung beberapa komponen. Apa saja?


PEREKONOMIAN di Pulau Dewata secara keseluruhan pada 2019 dipengaruhi dari sisi permintaan dan penawaran. Total ada tujuh komponen utama yang terbagi dari sisi penawaran dan permintaan yang ikut sebagai pendukung pertumbuhan ekonomi daerah ini.

Dari sisi permintaan akselerasi ekonomi Bali didorong oleh meningkatnya tiga komponen utama yaitu permintaan konsumsi pemerintah, ekspor luar negeri dan konsumsi rumah tangga. Sementara dari sisi penawaran, akselerasi kinerja ekonomi Bali didorong oleh empat lapangan usaha utama ekonomi Bali yaitu lapangan usaha pertanian, industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran serta akomodasi makanan minuman.

“Sementara itu lapangan usaha konstruksi diperkirakan akan tumbuh melambat seiring dengan turunnya volume dan nilai pengerjaan proyek konstruksi dibanding periode 2018,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali Causa Iman Karana.

Cik biasa ia disapa menerangkan, akselerasi ekonomi Bali pada 2019 baik dari sisi permintaan maupun penawaran didorong oleh beberapa faktor meliputi pengerjaan penyelesaian beberapa proyek infrastruktur dan konstruksi, termasuk dalam rangka menghadapi IMF WB AM 2018 .

Peningkatan kualitas pelayanan beberapa hotel atau telah direnovasi menghadapi IMF serta peningkatan kapasitas usaha beberapa hotel yang dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan inilah, berpotensi mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali.

Kondisi ini juga makin didukung oleh dikenalnya Bali sebagai pelaksana kegiatan MICE dengan skala internasional dan salah satu destinasi wisata dunia oleh peserta dari 189 negara. Ini menjadi ajang promosi bagi Bali yang berpotensi mendorong peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan MICE di Bali.

Ia pun menerangkan, masih berlanjutnya konstruksi dan pengerjaan beberapa hotel baru dan kawasan perkantoran serta perbelanjaan di wilayah Bali, rencana pembangunan 2 waduk yaitu Tamblang dan Sidane, serta penyelesaian pembangunan beberapa shortcut jalan Mengwitani-Singaraja berpotensi mendorong akselerasi kinerja konsumsi dan investasi pada 2019.

Ia pun memperkirakan, makin kondusifnya kondisi Gunung Agung berpotensi menghilangkan risiko dampak erupsi Gunung Agung seperti periode 2018 sehingga peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali dapat tercapai. Di samping itu, pelaksanaan kegiatan pemilihan umum legislatif dan pemilihan umum presiden pada 2019 berpotensi mendorong akselerasi kinerja konsumsi pemerintah dan LNPRT dan sisi permintaan. Sementara dari sisi penawaran, meningkatnya kinerja lapangan usaha perdagangan dan industri pengolahan serta akomodasi makanan dan minuman.

Begitu pula dari meningkatnya UMP yang cukup tinggi 8,03 persen dan gaji pegawai negeri sipil, berpotensi mempertahankan tingkat daya beli konsumen dan tetap kuatnya konsumsi konsumen sehingga berpotensi menjadi faktor pendorong kinerja ekonomi Bali. Prakiraan akselerasi konsumsi rumah tangga dan lapangan usaha perdagangan, kata dia, juga didorong oleh peningkatan nilai nominal pembayaran gaji ke-14 PNS karena akan adanya peningkatan pembayaran pembayaran tunjangan PNS untuk gaji ke-14 pada 2019.

Berbicara potensi peningkatan kinerja pendapatan daerah, BI menilai akan didorong oleh membaiknya kinerja ekonomi regional sejalan dengan perkembangan bidang usaha pariwisata. Kondisi itu diperkirakan akan terus melanjutkan akselerasi, yang diiringi peningkatan konsumsi masyarakat termasuk dalam melakukan pembelian kendaraan baru berpotensi mendorong peningkatan pendapatan pajak daerah.

“Kondisi ini diharapkan akan memberikan dampak pada peningkatan realisasi belanja daerah 2019 sehingga dapat mendorong akselerasi konsumsi pemerintah dan pertumbuhan perdagangan besar dan eceran,” ujarnya.

Potensi lainya, meningkatnya kunjungan wisman sejalan dengan peningkatan upaya promosi pengembangan produk dan destinasi wisata termasuk Bali and beyond dan pengembangan pasar alternatif wisman seperti India dan Timur Tengah berpotensi mendorong pertumbuhan sektor akomodasi makanan dan minuman, transportasi, pergudangan serta perdagangan besar dan eceran.

Potensi lain yang mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yaitu peningkatan upaya dan strategi pengembangan pasar alternatif untuk ekspor barang luar negeri dan upaya eksportir untuk terus melakukan diversifikasi produk ekspor dan peningkatan kualitas produk agar dapat bersaing di tengah makin ketatnya persaingan.

Begitu pula dari upaya peningkatan produksi pertanian melalui intensifikasi pertanian khususnya untuk komoditas tanaman bahan makanan melalui gerakan pengelolaan pertanian tanaman terpadu atau GPPTT. Itu  berupa penyediaan benih bersertifikat bantuan pupuk dan sarana produksi serta pendampingan dari bantuan teknis yang diikuti oleh perbaikan jaringan irigasi primer sekunder dan tersier potensi pertanian pada 2019.

“Peningkatan kinerja ini diperkirakan akan makin signifikan sejalan dengan mulai beroperasionalnya Waduk Titab pada 2019,” paparnya.

Selain itu, upaya peningkatan produk ternak melalui program sapi induk wajib bunting atau Siwab. Berdasarkan hasil survai dan liaison, terdapat upaya pengadaan anakan dan indukan baru pada 2018 khususnya di wilayah Karangasem setelah pada 2017 terpaksa dijual akibat adanya erupsi Gunung Agung, berpotensi mendorong akselerasi kinerja pertanian pada 2019.

Kinerja pertanian juga didorong upaya perbaikan saluran irigasi primer sekunder maupun tersier yang telah maupun akan dilakukan pada 2019, diperkirakan mendorong akselerasi kerja pertanian khusus untuk komoditas pangan.

Dari sisi transportasi, Cik menilai adanya penambahan rute penerbangan sepanjang 2019 dari dan ke Bali baik untuk rute domestik maupun rute internasional berpotensi mendorong kerja lapangan usaha transportasi dan pergudangan serta mendorong pertumbuhan ekspor luar negeri khususnya jasa.

Berdasarkan hasil survai dan liaison peningkatan ekspor kerja diperkirakan tetap kuat didorong upaya promosi dan penjualan melalui online booking, sales call dan program diskon. Kondisi ini akan mendorong pertumbuhan lapangan usaha akmamin pada 2019. (dik)