Gelang Kulit Tren di Kalangan Remaja

Denpasar (Bisnis Bali) – Aksesori gelang kulit, sedang tren di kalangan remaja baik pria maupun wanita. Karenanya menurut Gede Andika Wijaya, penjual produk  kulit, permintaan gelang kulit terus meningkat.

Awalnya ia membuat gelang kulit hanya untuk memanfaatkan sisa kulit sapi yang tak terpakai. “Ternyata respons pasar sangat bagus. Makanya saya terus memproduksi gelang kulit ini,” tuturnya Minggu (6/1) di Denpasar.

Desain gelang kulit sangat sederhana, hanya seperti ikat pinggang saja. Meski demikian gelang tersebut direspon positif sejak awal diluncurkan ke pasaran.

“Desainnya memang sederhana, karena kulit agak sulit untuk dibentuk. Tapi setelah dipakai memang terlihat elegan dan mewah, makanya banyak anak muda yang tertarik,” ucapnya.

Meski memanfaatkan kulit sisa, harga gelang kulit ini cukup tinggi yaitu Rp 100 ribu per pcs. “Bahan baku kulit sapi memang harganya cukup tinggi. Makanya saya berusaha memanfaatkan sampai sekecil-kecilnya bahan baku yang ada, agar tidak ada yang tersisa,” tukasnya.

Selain dibuat gelang, sisa kulit juga dibuat tali dompet untuk menekan kerugian dan memperoleh keuntungan lebih. “Inovasi dan kecerdasan memanfaatkan bahan baku dan juga tren menjadi kunci sukses dalam bisnis. Kalau kita tidak cerdas memanfaatkan bahan baku, keuntungan yang diperoleh tidak akan maksimal,” katanya.  Ia berharap gelang kulit tersebut akan menjadi tren  pada 2019 ini. (pur)