Denpasar (Bisnis Bali) – Pasar motor bekas (mokas) awal 2019, belum memasang angka penjualan yang tinggi, serta diprediksi tumbuh kisaran 5 persen. Harga jual mokas yang stabil belum berdampak signifikan menaikkan penjualan.

“Target penjualan kisaran 5 persen berdasarkan kondisi pasar,” salah seorang pengelola mokas di Renon, Komang Dana.

Menurutnya, pascapenurunan harga BBM nonsubsidi bisa dikatakan harga mokas belum ada perubahan. BBM nonsubsidi juga bukan konsumsi utama mokas, sehingga pengaruh tidak besar. Melihat kondisi ekonomi saat ini, untuk sementara harga belum ada peningkatan. Alhasil penjual harus melakukan berbagai kreativitas dan inovasi pemasaran agar bisa menigkatkan penjualan.

Ia mengatakan, Januari ini tergolong masih kecil peningkatan penjualan motor. Peningkatan rata-rata masih di kisaran 2-4 unit dari jumlah penjualan hari biasa. Hari biasa penjualan bisa di atas 6 unit per bulan.

“Kendati masih kecil persentase, penjualannya kami masih optimis mokas masih akan dicari masuk triwulan I,” katanya.

Dukungan harga yang normal serta kualitas motor baik, pihaknya menyakini akan makin meningkat permintaan motor. “Umumnya kami melakukan penjualan lewat jejaring sosial, kerja sama antarpenjual, produk yang banyak dicari lebih diperbanyak stok, sedangkan harga atau diskon diserahkan ke finance yang membiayai kredit,” ucapnya.

Untuk harga motor bervariasi mulai Rp 7 juta hingga Rp 13 juta, tergantung jenis motor dan tahun produksi. Lanjut dia memprediksi, sampai saat ini pasar motor matik masih tumbuh dengan baik di atas 50 persen, sedangkan motor bebek relatif  melamban 20 persen. Kini dia berharap, semester triwulan I ini pertumbuhan ekonomi masyarakat sudah mulai membaik, sehingga permintaan motor bekas kembali bergairah.

Hal sama dikatakan pengelola mokas di Imam Bonjol, Kurnia. Januari ini, penjualan motor masih relatif stagnan, kondisi masih sama saat Desember lalu

“Kami tetap menaruh harapan awal Maret 2019 sebagai masa pertumbuhan ada perubahan. Masyarakat akan kembali ramai membeli sepeda mokas,” harapnya.

Menurut dia, untuk saat ini sangat sulit menaikkan harga jual motor. Daripada motor tidak laku terjual dan menambah biaya perawatan maupun pajak, lebih baik dijual dengan harga terjangkau. (dik)