Denpasar (Bisnis Bali) – Organisasi atau wadah pelaku usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah sampai besar di Bali cukup banyak. Organisasi ini sangat diharapkan mampu mendorong pertumbuhan perekonomian bangsa.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, S.E., M.M., belum lama ini, saat menerima audiensi Pengurus Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (KPMKM) Bali mengatakan, secara umum wadah para pengusaha bergabung dengan Kadin dan Hipmi serta organisasi lainnya. Seperti yang baru terbentuk di Bali yakni KPMKM Bali. Organisasi para pelaku UMKM ini agar mampu memberikan jembatan pertumbuhan perekonomian Bali.

”Kami bangga kalau di Bali makin banyak ada organisasi yang melibatkan para pelaku usaha, agar visi dan misinya jelas untuk peningkatan usaha pelaku UMKM. Tentu tidak tepat jika organisasi tersebut dibuat karena kepentingan pribadi. Dengan dorongan yang dilakukan sehingga pelaku usaha dapat naik kelas, semula usaha kategori mikro naik kelas menjadi usaha kecil.

Selanjutnya usaha kecil naik kelas menjadi usaha menegah dan selanjutnya menjadi usaha besar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (KPMKM) Bali, I Made Sudirsa menjelaskan, visi Komite Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu (KPMKM) adalah sebagai wadah untuk menyatukan pelaku usaha dan pemangku kepentingan lain baik pemerintah maupun non-pemerintah di tingkat nasional dan daerah agar mampu bangkit untuk bersatu dan saling bersinergi dalam rangka meningkatkan kemampuan bersaing ditingkat global.

Sementara misi KPMKM adalah terbentuknya badan otonom pengembangan ekspor (BOPE) UMKM Indonesia melalui penguatan pelayanan one stop service. Mensinergikan peran antar-UMKM dan pemangku kepentingan lain untuk meningkatkan kemampuan bersaing di tingkat global. Memberikan pendampingan dan pengawalan kepada UMKM dalam meningkatkan kinerja ekspor dalam bentuk fasilitasi pelatihan, alih teknologi, pemasaran, bantuan hukum dan penguatan modal usaha serta pembiayaan.

”Harapan kami ke depan adanya peningkatan pemasaran dalam negeri dan ekspor produk-produk UMKM melalui pembentukan kelembagaan BOPE UMKM Indonesia,” katanya.

Ia menyebutkan, Pengusaha Mikro Kecil Menengah Indonesia Bersatu di tingkat Provinsi Bali ini baru terbentuk maka, baru pada tingkat pendataan dan koordinasi edukasi kepada para pelaku UMKM. Untuk itu telah bersinergi dengan pejabat pemerintah yang terkait sebagaimana dilakukan dengan Kadis Koperasi Provinsi Bali untuk mendapatkan masukan, serta melaporkan bahwa KPMKM Bali akan menggelar workshop dan seminar nasional tentang perangi sampah jadikan bernilai ekonomi tinggi. Rencananya pesertanya sebanyak 300 orang dari Bali dan daerah lainnya di Indonesia. (sta)

BERSAMA – Kadiskop UKM Provinsi Bali, Gede Indra Dewa Putra foto bersama dengan Ketua KPMKM Bali, Made Sudirsa dan staf Dinas LH dan PU Bali.