MICE - Dengan dukungan BCB, pariwisata Bali 2019 lebih optimal dalam penggarapan pasar MICE. 

Pemerintah pusat sudah menargetkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) yang berlibur ke Indonesia 2019. Sejauhmana sektor meeting incentive, convention dan exhibition (MICE) mampu memberikan kontribusi terhadap kunjungan wisatawan ke Indonesia termasuk ke Bali?


DALAM pencapaian target 20 juta wisman ke Indonesia, pariwisata Bali tidak hanya fokus ke pasar leisure. Bali juga wajib menggarap pasar MICE. Selain kesiapan fasilitas Ketua INCCA Bali, IB Surakusuma mengatakan pemerintah telah memetakan pasar MICE untuk menopang target kunjungan wisman ke Indonesia dan Bali khususnya. Untuk mengoptimalkan pasar MICE, 2019 pariwisata Bali mesti menggencarkan promosi Bali ke pasar MICE internasional.
Pameran MICE antara lain dilaksanakan di Chicago Amerika Serikat bertajuk IMEX 2019. Pariwisata Bali  bersama  pemerintah  mesti berpromosi ke negara pasar MICE. Ini dilengkapi materi promosi MICE bukan hanya meteri promosi dengan materi promosi untuk pasar leasure.
Pasar MICE akan berpotensi memberikan kontribusi kunjungan wisman ke  Bali dan ke Indonesia  sampai 50 persen. Uang yang dibelanjakan wisman MICE bisa mencapai 7 kali lebih tinggi dari uang dibelanjakan wisman di pasar leasure.
IB Surakuma melihat 2019 Indonesia akan menghadapi perhelatan politik. Jika terjadi gangguan keamanan akan mempengaruhi penurunan kunjungan wisman MICE ke Bali dan ke Indonesia. “Jaminan keamanan pemerintah, wisatawan MICE akan tetap meramaikan Bali 2019,” ucap Konsul Polandia ini.
Wakil Ketua Bidang Incentive ini melihat, dunia internasional sudah mengenal pariwisata Bali. Untuk itu Bali paling tepat membentuk Bali Convention Bureau (BCB).  Pemerintah Kabupaten Badung sangat tepat memprakarsai pembentukan BCB. Ini dikarenakan Badung memiliki banyak fasilitas MICE khususnya ruang meeting dan konvensi.
Dengan adanya BCB akan memudahkan, Bali dalam penggarapan MICE. Melalui BCB akan memudahkan pemasaran Bali dalam promosi di pameran MICE dunia.
Ia melihat BCB akan memiliki peran besar dalam penggarapan MICE. Bali akan siap bersaing dalam memenangkan biding penggarapan MICE dengan bersaing pelaku MICE di negara lain.
Ia meyakinkan dalam kepengurusan BCB melibatkan industri, swasta dan pemerintah.  BCB ke depan perlu memastikan penguatan daya saing Bali terutama dalam pengarapan konvensi berskala internasional.
Menurut Ppia yang akrab disapa IB Lolec ini, tidaklah mudah membentuk BCB. Orang duduk dalam kepengurusan BCB harus paham dalam penggarapan meeting incentive, convention, exhibition (MICE) secara utuh.
IB Surakusuma menegaskan dengan menjadi pelaku biro perjalanan wisata (BPW) tidak serta merta bisa menggarap pasar MICE. Pengarapan wisatawan MICE berbeda dengan penggarapan wisatawan leasure. “Orang yang duduk dalam pengurusan BCB ke depan wajib orang yang paham MICE sehingga bisa memenangkan penggarapan MICE termasuk berkelas dunia,” ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Badung, Made Badra mengatakan, untuk mengoptimalkan penggaetan wisatawan MICE, komponen dan stakeholder pariwisata Badung siap men-support pembentukan Bali Convention Bureau (BCB).
Made Badra meyakinkan, dalam kepengurusan BCB melibatkan industri, swasta dan pemerintah.  BCB di-support baik pemerintah propinsi atau di Badung.
APBD untuk sektor pariwisata Badung terkena rasionalisasi akibat dari PAD tidak mencapai target 2018.
Program Kabupaten Badung untuk pembentukan Convention Bureau juga terkena penundaan. “Mudahan target 2019 bisa tercapai kedatangan wisman 6,8 juta dan devisa/PHR bisa tercapai sehingga Pemkab Badung siap untuk memfasilitasi kembali untuk pembentukan Convention Bureau.

Kadisparprov Bali, AA Gede Yuniartha Putra mengatakan terkait penggarapan MICE 2019 pelaku pariwisata Bali memang mendesak untuk segera membentuk Bali Convention Bureau (BCB). BCB harus dimiliki Bali agar MICE di Bali bisa ditangani secara profesional.
AA Gede Yuniartha Putra menambahkan, dengan BCB bisa meyakinkan dunia internasional pariwisata Bali mempunyai tempat convention yang bisa dihandalkan. BCB juga diperkuat tenaga profesional untuk melayani kegiatan MICE di Bali. (kup)