Kuningan, Harga Telur dan Ayam Melonjak

Amlapura (Bisnis Bali) – Harga telur, daging ayam ras dan ayam kampung di Karangasem, melonjak menjelang Hari Raya Kuningan. Kenaikan harga telur dan ayam kampung sudah terlihat sejak sehari sebelum penampahan Kuningan, Kamis (3/1) lalu.

Sejumlah pedagang telur ayam ras di Pasar Amlapura dan di Pasar Karangsokong, Subagan, Karangasem, Jumat (4/1) kemarin menyampaikan, telur ayam ras naik kembali, karena hari raya. Menurut seorang pengecer telur ayam ras, Ni Made Simpan mengatakan, sudah biasa menjelang hari raya harga sembako naik. Kenaikan harga-harga itu bervariasi, ada yang naik tinggi, ada yang naik tipis.

Terkait telur ayam ras, sebenarnya sudah ada kenaikan sejak lama, karena produksi telur ayam ras menurun, akibat berbagai kendala yang dihadapi peternak.

Pedagang telur lainnya, Kari  mengatakan, sejak dua hari lalu, telur ayam ras ukuran sedang berkisar Rp 47 ribu per tray (isi 30 butir). Namun sejak dua hari lalu naik menjadi Rp 50 ribu. ‘’Pengecer di warung menjual Rp 2 ribu per butir,’’ ujar Kari.

Sementara itu, seorang  ibu rumah tangga Kadek Mara dari Subagan mengaku membeli telur ayam ras Rp 2 ribu per butir dari pedagang pengecer. Sebelumnya, harga telur di tingkat pengecer berkisar Rp 1.500 per butir atau  tiga butir Rp 5 ribu. Lain harga telur ayam ras, lain pula daging ayam ras. Menjelang Hari Raya Galungan 10 hari lalu, harga daging ayam ras tembus Rp 60 ribu per kg. Sementara, menjelang Hari Raya Kuningan, di Pasar Karangsokong, Subagan, setengah kg hanya Rp 25 ribu atau per kg berkisar Rp 50 ribu. Penyebab kenaikan harga daging ayam ras tidak setinggi seperti menjelang Galungan, kata seorang pedagang Ketut Patra, sudah rutin. Kebutuhan akan daging pada penampahan Kuningan, lebih sedikit dibandingkan pada penampahan Galungan. Hal itu disebabkan juga banyak perantau warga Karangasem ke luar daerah, pada Hari Raya Kuningan tidak pulang kampung. ‘’Umumnya, pada penampahan Kuningan, warga memasak juga tak sebanyak pada penampahan Galungan. Bisanya, juga anggota keluarga yang berkumpul tidak seperti Galungan. Pada saat Galungan, semua berkumpul, jadi kebutuhan konsumsi lebih banyak,’’ papar Patra.

Sementara itu, harga daging babi hidup menjelang Hari Raya Kuningan di Karangasem berkisar Rp 38 ribu per kg. Ayam kampung juga harganya melonjak menjelang Kuningan. Sebelumnya, seekor ayam kampung ukuran tubuh sedang Rp 30 ribu, tetapi kemarin berkisar Rp 60 ribu. ‘’Penjual ayam kampung di pasar mengatakan, harga ayam kampung mahal, karena populasi menurun. Penyebabnya, katanya, karena banyak ayam kampung mati akibat kena penyakit grubug ayam, pada musim hujan ini. Saya membeli ayam kampung dua ekor untuk  sarana nanding banten,’’ ujar seorang ibu rumah tangga Kadek Rami dari Paya, Amlapura. (bud)

AYAM – Pedagang daging ayam di Pasar Amlapura Timur, Karangasem.