Denpasar (Bisnis Bali) – Melihat dompet terbakar, atraksi sulap yang dipertontonkan di salah satu stan di ajang Denpasar Festival beberapa waktu lalu mampu menarik minat anak-anak. Apalagi sejumlah peralatan sulap dapat diperoleh di stan tersebut.

Sulap sempat booming beberapa waktu lalu.  Hampir tiap saat sulap dipertontonkan di televisi sehingga semua kalangan dari anak – anak hingga dewasa tertarik terhadap trik sulap. Berbeda dengan saat ini.

“Sekarang pamor sulap sudah turun. Dengan menawarkan peralatan sulap ini, saya harap sulap bisa kembali disukai  terutama oleh anak – anak sehingga ada regenerasi,” tutur Ida Bagus Krisna, penjual peralatan sulap.

Ia mengatakan tak sekedar menjual alat, namun lebih pada kursus per trik. Dengan demikian konsumen bisa langsung melakukan trik sulap. “Sekarang sulap lebih banyak dilakukan oleh orang yang hobi. Kalau dulu jaman sulap booming, banyak orang yang bahkan tak hobi tapi ikut-ikutan membeli alat sulap sehingga trik sulap sangat cepat tersebar,” ungkapnya.

Peralatan sulap yang ditawarkan didatangkan dari pusat yaitu sebuah komunitas sulap. Alamat sulap yang ditawarkan seperti dompet keluar api, kartu bisa berubah, trik membaca pikiran.

“Jenis sulap itu ada ilusi, mentalis dan fakir, semua alatnya saya sediakan. Dengan kisaran harga Rp25 ribu sampai tak terhingga,” tukasnya.

Ia berharap dengan melihat trik sulap dan alat yang ditawarkan tersebut dapat menarik masyarakat kembali menggemari sulap. “Targetnya sulap yang sekarang redup bisa bersinar lagi seperti dulu. Kalau target komersial sih enggak, yang penting memperkenalkan sulap kembali kepada masyarakat,” pungkasnya. (pur)