KALUNG - Menhub Budi Karya Sumadi memberi kalungan bunga kepada penumpang mancanegara di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Mangupura (Bisnis Bali) – Pada 2018, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencatat adanya kenaikan jumlah penumpang dan pesawat udara yang dilayani. Hingga November, tercatat sebanyak 21,7 juta penumpang dan 148 ribu pesawat. Dari kedua statistik tersebut, terjadi kenaikan masing-masing sebesar 10,6 persen dan 10,8 persen dibandingkan pencatatan periode yang sama (November) pada tahun 2017 lalu.

“Dengan masih berjalannya pencatatan di bulan Desember, target yang dicanangkan di awal tahun hampir pasti dapat terlampaui,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menghadiri acara malam pergantian tahun di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Senin (31/12).

Ia menambahkan, dengan rata-rata peningkatan jumlah penumpang selama lima tahun terakhir sebesar 8 persen, menunjukkan bahwa peningkatan kepuasan pengguna jasa berjalan beriringan. Sebagai perusahaan milik negara yang bergerak di bidang jasa, peningkatan kepuasan pelanggan setiap tahunnya merupakan komitmen yang mutlak untuk dicapai oleh PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola bandara. “Kenaikan penumpang ini kita harapkan dapat makin meningkatkan kerja kita. Selamat, Angkasa Pura I, selamat Bandara I Gusti Ngurah Rai. Semoga semangat selalu menyertai kita semua,” katanya.

Sementara itu, terkait acara malam pergantian tahun di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, kali ini diadakan kegiatan bertema doa bersama bertempat di terminal internasional. Berbeda dengan tahun lalu dimana ditampilkan flash mob bertema sounds of miracle bagi pengguna jasa bandara.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi mengatakan, selama 2018 cukup banyak duka yang dialami negeri ini, di antaranya musibah kecelakaan pesawat udara serta bencana alam. “Semua itu menjadi pengingat bagi kita untuk menundukkan kepala sejenak untuk berempati bagi saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ujar Yanus.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara pelepasan dan penyambutan penumpang menjadi puncak acara pergantian tahun di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Pesawat Emirates dengan nomor penerbangan EK-399 dengan tujuan Dubai menjadi pesawat yang terakhir meninggalkan Bali di pengujung tahun 2018. Para penumpang penerbangan ini dilepas langsung oleh Menteri Budi Karya yang ditandai pengalungan bunga dan pemberian suvenir sebagai memorabilia.

Sementara Korean Air KE-629 yang berangkat dari Bandara Internasional Incheon menjadi penerbangan yang tiba pertama di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada 2019. Penumpang tiba pada pukul 00.10 Wita yang disambut Tari Sekar Jagat, kalungan bunga dan pemberian suvenir kain pantai khas Bali. “Acara yang sangat bagus, bernuansa tradisional dan unik,” kata Tony, penumpang asal Rusia. (dar)