Kutu Air untuk Pakan Ikan

KUTU air yang selama ini dianggap sebagai pengganggu dan dihindari oleh masyarakat, ternyata memiliki nilai ekonomis karena dimanfaatkan untuk pakan anakan ikan.  Pembudidayaan kutu air juga sangat mudah dan tidak membutuhkan modal besar.

Bagi kebanyakan orang, kutu air merupakan hewan yang sangat mengganggu, karena dapat menyebabkan iritasi kulit. Namun belakangan, banyak orang yang membudidayakan kutu air ini karena digunakan untuk pakan alami ikan dan burayak (anak ikan).  Kutu air saat ini banyak diperjualbelikan di tempat penjual ikan hias sehingga memiliki nilai ekonomis.

Untuk membudidayakan kutu air cukup dengan modal kecil karena semua alat yang dibutuhkan bisa didapatkan dengan mudah. Adrian penjual ikan di Pasar Satria mengatakan, kandungan kutu air seperti kadar protein yang cukup tinggi, yaitu sekitar 66% dan kandungan lemak 6%. Karena itulah, kutu air sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan burayak.

Memulai budi daya siapkan wadah yang mampu menampung air. “Wadah yang digunakan sebaiknya wadah yang lebar atau panjang tetapi tidak terlalu tinggi. Kutu air membutuhkan tempat yang luas tetapi tidak terlalu dalam,” paparnya.

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan bahan-bahan seperti sayuran yang sudah mulai layu dan kotoran ayam. “Ada beberapa cara budi daya kutu air. Yang paling mudah membeli bibit, tetapi kalau ingin mengeluarkan biaya sedikit bisa dilakukan dengan membuat bibit sendiri,” tukasnya.

Dengan modal memungut sayur layu di pasar khususnya sayur kol, yang sudah dibuang pedagang bisa digunakan untuk pembudidayaan kutu air. “Caranya kol dicuci sampai bersih dari kotoran yang menempel. Setelah itu, masukkan kol ke dalam wadah budidaya kutu air dan diamkan kurang lebih satu minggu,” katanya.

Cara lain kotoran ayam masukkan ke dalam wadah budi daya, tambahkan susu bubuk dan juga teh yang sudah diseduh dan biarkan selama beberapa hari. Beberapa hari kemudian, air akan menghijau yang menandakan alga sudah mulai tumbuh dan bibit kutu air akan segera bermunculan.

“Ingat tempat budi daya kutu air tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Jadi letakkan di tempat yang teduh,” tandasnya.

Kutu air akan berkembang dengan cepat, sehingga dibutuhkan wadah yang cukup besar bilang budi daya kutu air untuk dijual. Bila untuk kebutuhan sendiri, wadah bisa disesuaikan. Salah satu ikan yang gemar makan kutu air adalah cupang sehingga belakangan kebutuhan kutu air terus meningkat. (pur)