Awal Tahun, Suku Bunga Acuan Berpotensi Tetap

Denpasar (Bisnis Bali) – Suku bunga acuan Bank Indonesia 7 days reverse repo rate (BI-7DRRR) pada awal 2019 ini diharapkan tetap sama seperti Desember 2018 yaitu di level 6 persen. Suku bunga acuan BI yang tetap diharapkan dapat mempengaruhi bunga perbankan, kredit, pertumbuhan ekonomi dan pergerakan nilai tukar rupiah.

Pemerhati ekonomi Kusumayani, M.M. di sela-sela seminar di Sanur, Rabu (2/1) kemarin mengatakan, bila benar The Fed tidak akan menaikan suku bunganya lagi dan rupiah kembali menguat secara signifikan, tentu BI 7 DRR tidak perlu naik lagi.

Ia pun menilai, semua pihak berharap penurunan suku bunga perbankan. Perbankan nantinya bisa menyalurkan kredit dengan suku bunga lebih rendah dan bersaing, maka perbankan harus melakukan efisiensi.

“OJK perlu mengimbau bank-bank agar melakukan efisiensi seoptimal mungkin sehingga dapat menyalurkan kredit bunga rendah,” harapnya.

Ia mengatakan, efisiensi bisa dari biaya dana dan pengurangan jaringan, termasuk tak banyak melakukan ekspansi. Tujuannya bisa mengoptimalkan biaya operasional maupun margin perusahaan. Ini berkaitan dengan suku bunga kredit bisa turun maka suku bunga sumber dana seperti deposito terlebih dahulu diturunkan.

Ia menilai, BI 7DRR diharapkan murni mencerminkan pasar yang diharapkan menjadi dasar penentuan suku bunga kredit oleh perbankan. Naik, turun atau tetap suku bunga perbankan tentu tidak mudah lagi diintervensi pihak-pihak luar. Pihaknya pun tidak memungkiri pada tahun politik dan kondisi ekonomi serta keuangan global saat ini, tantangan BI pada 2019 akan berat dalam upaya menjaga keseimbangan.

Sementara analis salah satu sekuritas Arianta menilai awal tahun ada kemungkinan BI belum menaikkan BI 7DRR sambil melihat perkembangan ekonomi global, terutama arah suku bunga The Fed.

“Ini akan berpengaruh pada investor di pasar modal dan akan mempengaruhi pergerakan indeks harga saham gabungan,” paparnya.

Sebelumnya pada Desember 2018, BI selain mempertahankan BI 7-DRR di level 6 persen, juga menetapkan suku bunga deposit facility 5,25 persen dan suku bunga lending facility 6,75 persen. (dik)