Awal Tahun, Penjual Mokas masih Andalkan Sisa Stok

Denpasar (Bisnis Bali) – Penjualan motor bekas (mokas) masuk awal tahun diprediksi belum banyak ada gejolak, sehingga penjual masih mengandalkan sisa stok mokas yang ada. Persaingan motor pada 2019 diprediksi makin ketat.

“Sisa stok mokas yang ada bukan berarti menjadi besi tua atau tidak laku, tetap masih memiliki prospek bisnis tahun ini,” kata salah seorang pengelola mokas, di kawasan Kesiman, Ketut Putra.

Menurut dia, awal tahun umumnya transaksi masih berjalan lambat. Kondisi ini umumnya berlangsung dua bulan ke depan. Pasar masih belum antusias melakukan pembelian sambil menunggu keluaran motor terbaru. Kendati demikian, berkaitan dengan stok mokas, pergantian tahun sebenarnya sama seperti pergantian hari.

Stok mokas tetap diperlukan untuk memenuhi permintaan konsumen. Bedanya, usia mokas yang dilihat dari tahun produksi kian bertambah bila memasuki awal tahun. Itu berarti akan ada selisih harga karena usia kendaraan kian tua. Umumnya selisih harga mengalami penurunan kisaran Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu.

“Bagi kalangan penjual terkadang ada dilema terkait stok mokas yang tidak laku di akhir tahun karena akan merugi akibat biaya penyusutan, pajak dan operasional perawatan,” ungkapnya.

Tetapi terkadang pula bisa menguntungkan, bila stok mokas merek tertentu ternyata booming di pasaran sehingga harga ikut terangkat. Untuk prospek motor tahun depan, ia mengatakan, fokus menjual stok motor yang masih kuat trennya 1-2 tahun ke depan.

Jenis mokas yang masih potensial bisnis 2019 mulai seri Vario, Beat, Mio, Scoopy, Supra X 125, Jupiter dan lainnya. Soal harga masih di kisaran Rp 9 jutaan ke atas. Pihaknya kini memiliki kurang lebih 10 stok yang diharapkan laku terjual di awal Januari 2019.

Sementara pengelola mokas lainnya, Koman Dana mengakui, akan menghabiskan stok yang ada sambil mencari informasi soal kisaran harga dan tren motor tahun ini. Bagi kalangan penjual mokas kini lebih selektif dan teliti memilih kendaraan walaupun sedang tren. Tujuannya menghindari adanya motor berkualitas rendah diperjualbelikan. Mokas yang diperjualbelikan di pasaran saat ini rata-rata melibatkan perusahaan pembiayaan. Otomatis kondisi motor lebih diperhatikan karena berkaitan dengan pembayaran.

“Pengecekan barang yang dilakukan pemilik mokas sebelum membeli sudah makin ketat. Ketatnya pembelian mokas mulai kondisi kendaraan hingga surat-surat pendukung terkait kondisi mokas, dengan harapan konsumen menaruh kepercayaan pada mokas,” ujarnya.(dik)