50 Alumni Duta Endek Unjuk Pesona

Denpasar (Bisnis Bali) – Sebanyak 50 alumni Duta Endek Kota Denpasar turut menampilkan 11 garapan desainer di Pagelaran Kreasi Designer dan ASBEST  ajang Denpasar Festival 2108. Kegiatan ini diselenggarakan di Panggung Veteran Catur Muka Denpasar, Minggu (30/12) lalu.

Penampilan 50 alumni Duta Endek Kota Denpasar tampil di catwalk berkarpet merah menggunakan busana endek dengan berbagai macam desain sangat menawan dan memukau pengunjung Denfest. Acara ini diawali dengan fashion show dari Franky Agency.

Plt. Kadisperindag Kota Denpasar, Ir. IB Anom Suniem, M.M., di sela – sela acara mengatakan, ada 11 desainer yang ikut dalam acara ini. Beberapa desainer yang turut andil yaitu Rhea Cempaka, Cok Gek, Puri Suar, Artha Dharma, Anyar, Nikki, Manggek MG Kebaya, Bali Puspa, Tony Hottman hingga  Moneko disainer dari Kabupaten Gianyar.

Lebih lanjut Anom Suniem mengaku Pagelaran Kreasi Designer dan ASBEST ini baru pertama kali digelar di Denpasar . ‘’Kami di sini ingin memadukan berbagai desain, sehingga dapat menampilkan kreasi yang sangat membantu promosi endek,’’ ujarnya. Menurutnya, pagelaran fashion lewat Duta Endek menjadi salah satu sarana promosi endek khususnya di Denpasar.

Mengingat desain fashion yang ditampilkan memiliki ciri khasnya masing-masing. ‘’Untuk pertama kali ini kami tampilkan fashion per designer dengan ciri khas desain mereka lalu diekspresikan oleh duta endek sebagai modelnya,. Maka dari itu kedepan kami akan tingkatkan kualitas acara ini,’’ ujarnya.

Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Selly Dharmawijaya Mantra mengatakan, fashion ini untuk memberikan kesempatan kepada designer Denpasar maupun Bali untuk menampilkan karyanya. Dengan diberikan kesempatan untuk tampil diharapkan ke depan tahu tren dan warna apa yang terjadi di 2019.

Menurutnya, ini merupakan fashion yang berbudaya karena semua bahan berbahan tenun ikat Bali  atau endek. Kalau hanya memproduksi tanpa diimbangi fashion tidak akan seimbang. Maka dari itu, produksi dan fashion harus seimbang. ‘’Tanpa tren orang tidak akan bisa pakai endek itu, maka kita harus berkolaborasi dengan desainer ini sehingga produksi dan desain menjadi seimbang,’’ ujarnya. (sta)