Unggul, Jambu Dalhari Cocok Dibudidayakan

JAMBU dalhari tergolong jambu air unggulan. Buahnya yang lebih besar dan manis, membuat jambu yang satu ini cocok untuk dibudidayakan.

Jambu dalhari mudah menghasilkan buah dan buah yang dihasilkan juga cukup banyak yaitu 100 hingga 200 kilogram buah dalam setiap musim setelah usia tanam mencapai tiga atau empat tahun. Untuk budi daya jambu dalhari dapat ditanam pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut.

“Jambu air ini diberi nama dalhari karena pertama kali dikembangkan oleh pak Dalhari dari Yogyakarta. Jambu ini memiliki rasa yang manis dengan jumlah biji sedikit, berwarna merah dipadu dengan gradasi merah kehijauan bergaris-garis, serta daging buah yang tebal dan bertekstur renyah, makanya banyak orang yang tertarik membudayakan,” tutur Anton, penjual bibit tanaman buah di Jalan Hang Tuah, Denpasar.

Untuk jarak tanam sangat beragam tergantung luas lahan yang dimiliki. Jarak tanam yang baik  yaitu 1×1 meter atau 1 x 1,5 meter. Di sela-sela tanaman jambu juga bisa ditumpangsarikan. “Petani bisa menanam tanaman sela karena jangka waktu jambu berbuah cukup lama. Dari pembungaan perlu 90 hari untuk siap dipanen, sehingga petani membutuhkan pendapatan sampingan yang lebih cepat,” tukasnya.

Untuk pemeliharaan pohon jambu ini membutuhkan sinar matahari secara penuh untuk menunjang proses fotosintesis. Agar mendapatkan hasil yang optimal, lakukan perawatan dengan memberikan pupuk organik, ZPT, dan penyiraman secara rutin dan sesuai kebutuhan pohon.

Jambu dalhari sudah dapat berbuah umur 7 bulan hingga 1 tahun setelah penanaman, bila menggunakan bibit dari hasil okulasi. Namun perlu  diperhatikan adalah lakukan pemupukan berimbang terhadap tanaman yang siap berbuah yaitu umur 7 bulan tadi. “Penambahan pupuk kandang yang sudah masak akan sangat membantu. Kemudian lakukan pemangkasan pada ujung daun jambu untuk merangsang munculnya bunga, pemberian pupuk dengan kandungan P & K yang lebih tinggi dapat di lakukan 1 minggu sebelum pemangkasan,” tandasnya.

Saat pemberian pupuk  tersebut tambahkan juga asam amino yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar agar tanaman mampu menyerap hara secara maksimal dan pupuk mikro dengan kandungan Mg. “Kandungan Mg  ini berfungsi mencegah kerontokan pada bunga dan bakal buah. Banyak orang mengeluh, buah jambunya sering rontok,” tukasnya.

Setelah buah berbentuk pentil, bila perlu lakukan seleksi buah, buang buah yang tidak normal, dan sisakan buah yang bagus dan mulus.  Setelah buah seukuran kelereng harus cepat-cepat dibungkus untuk menghindari lalat buah. (pur)