Rancang Kegiatan Evalusi dan Komunikasi, Jaga Kekompakan dan Eksistensi LPD

Singaraja (Bisnis Bali) – Perkembangan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Desa Pakraman di Provinsi Bali hingga saat ini cukup pesat. Bahkan aset secara keseluruhan di Bali sudah mencapai angka Rp21,5 triliun dari 1433 Unit LPD. Jika dicermati perkembangan LPD di Bali sangat menggembirakan dengan harapan mampu menopang perekonomian masyarakat krama desa.

Untuk mempertahankannya, berbagai upaya dapat dilakukan baik dengan menjalin tali silaturahmi dengan mitra kerja serta makin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Upaya tersebut tidak lain bertujuan agar lembaga yang diperuntukkan bagi masyarakat yang ada di desa itu sendiri agar memiliki manajemen serta pengelolaan yang baik,” ujar Ketua BKS LPD Kabupaten Buleleng Made Nyiri Yasa, S.Sos, M.MA ketika dijumpai di kantornya Selasa (18/12) siang.
Dengan didukung support dari sejumlah mitra kerja LPD seperti Bank BPD Bali serta Tim Pembina LPD yang senantiasa mengawal LPD agar makin berkembang, menjadi semangat oleh para pengelola dan pengurus LPD untuk makin meningkatkan kualitas produk LPD hingga pelayanan kepada krama.

Dalam waktu dekat ini BKS LPD, LP-LPD dan Tim Pembina LPD Kabupaten Buleleng yang disuport  Bank BPD Cabang Singaraja dan Seririt akan menggelar kegiatan Evaluasi dan Komunikasi. Kegiatan ini  untuk memantapkan program kerja pada 2019 agar eksistensi LPD tetap terjaga dan menunjukkan arah yang lebih baik.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dengan memantapkan rencana  sembahyang bersama ke Pura Dasar Bhuana Gelgel pada 20 Desember 2018 mendatang. “Kita juga sekalian memantapkan persiapan kegiatan temu wirasa  yang akan diikuti oleh Bendesa Adat, Kepala LPD dan Wirausaha Muda Hindu Bali yang akan dilaksanakan Senin 24 Desember 2018 di Gedung Pers Bali Ketut Nadha Denpasar,” terangnya. (ira)