Kian Efisien, Perbankan harus Adopsi Fintech

Denpasar (Bisnis Bali) – Kehadiran industri keuangan berbasis teknologi atau financial technology (fintech), menurut pengamat perbankan IB Kade Perdana, bisa menjadi pelengkap posisi perbankan. Pertimbangannya, ke depan peralihan ke tegnologi digital merupakan hal yang tak bisa dihindari, mengingat teknologi dengan penggunaan yang benar bisa mempercepat proses pelayanan yang efesien dan efektif.

“Revolusi ekonomi digital dan ekosistemnya termasuk fintech sedang berlangsung di seluruh dunia sebagai salah satu fondasi dalam memasuki era industri. Sebab itu, era digital ini menjadikan sebuah tren yang mau tidak mau harus diadopsi,” tutur Kade Perdana, di Denpasar, Selasa (18/12) kemarin.

Terangnya, bercermin dari kondisi tersebut kolaborasi perbankan dengan fintech menjadi sebuah solusi untuk dapat meningkatkan kualitas inklusi keuangan dan stabilitas perekonomian. Imbuhnya, perbankan dan fintech memiliki kelebihan masing-masing.

Jelas mantan Dirut Bank Sinar, posisi perbankan yang memiliki basis data nasabah serta ragam produk keuangan yang luas. Di sisi lain, fintech dapat menjadi kanal yang mempermudah nasabah dalam mengakses produk-produk keuangan. Katanya, kedua keunggulan tersebut dapat menjadi landasan untuk mengembangkan pelayanan terhadap konsumen.

Sambungnya, bercermin dari kondisi itu perbankan harus mengikuti teknologi fintech. Sebab itu akan bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan, efisien, dan efektif. Alasan lainnya, perbankan harus mengadopsi teknologi fintech, karena bila tidak bank bersangkutan akan ketinggalan teknologi, bahkan tidak menutup kemungkinan akan ditinggalkan nasabahnya.

“Selain itu, keuntungan lainnya yang didapat bank adalah dari segi biaya (cost) juga akan bisa ditekan. Target penyaluran kredit juga dimungkinkan bisa tercapai dengan mudah,” ujarnya.

Tambahnya, namun di balik keuntungan tersebut, juga harus diwaspadai ada risiko negatif yang dimungkinkan muncul. Sebab makin canggih teknologi, maka makin canggih pula orang-orang yang memanfaatkan kelehaman dari teknologi untuk keuntungan pribadi.

“Nah itu,  harus diwaspadai. Sebab itu, perlu adanya sosialisasi lebih inten dan masif, sehingga benar-benar fintech ini bermanfaat terhadap masyarakat, termasuk juga pergerakan perekonomian,” tandasnya. (man)