“Skill” Kearifan Lokal Perkuat Ekonomi Masyarakat.

Tabanan ( Bisnis Bali) – Skill di bidang tata rias bisa dimiliki siapa saja khususnya orang Bali tak dibatasi pendidikan formal yang tinggi. Dengan menguasai skill ini diyakini mampu meningkatkan kemandirian wanita Bali untuk membantu perekonomian keluarga.Demikian penyedia jasa tata rias pengantin tradisional Bali, Ni Ketut Kartini, Senin (17/12).

Saat ini wanita Bali khususnya dihadapkan pada kompleksnya kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga tapi juga untuk biaya pendidikan anak, upacara, dan lainnya. Salah satu cara yang bisa ditempuh wanita Bali baik yang punya pendidikan formal memadai namun masih punya waktu luang untuk berusaha, maupun wanita yang kebetulan tak beruntung tak mengecap pendidikan formal yang memadai yakni belajar dan berlatih keterampilan tata rias pengantin tradisional Bali.

Sesungguhnya tiap orang bisa mempelajarinya karena tidaklah sulit. Dalam seni tata rias pengantin Bali memang ada pakem – pakem yang harus dipenuhi. Mulai dari pemanfaatan kain atasan dan bawahan, gelungan, srinata, petitis, gelang kana, maupun untuk aksesori lainnya sehingga tak lepas dari kaidah budaya Bali yang adiluhung.

Terutama pakem yang ada pada rias agung, salah satu jenis rias pengantin tradisional Bali yang kini paling populer. Didalamnya ada pakem menggunakan kain songket dan prade, juga aksesori kepala yang memanfaatkan bunga hidup atau segar.

Selain itu banyak lagi detil yang harus dipenuhi sehingga rias agjng tetap sakral, dan karenanya lebih dipilih untuk busana pada saat ritual pernikahan. Sedikit beda dengan jenis rias pengantin Bali modifikasi. Rias ini bisa untuk acara resepsi, dan lainnya.

Dia optimis dengan melestarikan seni tata rias pengantin Bali berarti orang Bali sudah mampu mengisi peluang usaha kearifan lokal yang dimiliki. Terutama pada musim pernikahan saat ini biasanya order jasa tata rias akan meningkat tajam. Ini peluang meningkatkan layanan, sehingga makin banyak bermunculan perias profesional dan punya nama baik di mata konsumen.

Sebelumnya, perias tradisional Bali, Ida Ayu Mirah menyampaikan keterampilan merias memang khas dan unik. Unsur seni yang ada di dalamnya menentukan nilai ekonominya. Karena itu menurutnya skill di bidang jasa yang bermartabat ini perlu terus dilatih dan ditingkatkan sehingga pengguna jasa makin mengakui kualitas layanan yang diberikan.

Salah satu bagian tata rias yang memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi untuk dikerjakan perias pemula yakni membuat srinata. Srinata atau hiasan wajah harus disesuaikan dengan betuk wajah konsumen sehingga makin menarik, bukan sebaliknya. (gun)