KEJELASAN - Puluhan konsumen menuntut kejelasan pengembalian atas uang muka yang telah dibayarkan.

Tabanan (Bisnis Bali) – Puluhan konsumen rumah bersubsidi di Kabupaten Tabanan menyerbu kantor pemasaran CV Jasmin yang merupakan marketing pengembang dari PT Promedia Indo Perkasa.

Tujuan konsumen ini menuntut kejelasan pengembalian dana, mengingat pihak pengembang belum bisa merealisasikan pembangunan rumah yang dijanjikan sebelumnya, padahal pembayaran uang muka dengan kisaran Rp 7-Rp 60 juta sudah dilakukan konsumen pada dua tahun lalu.

Salah seorang konsumen, Agung, di sela-sela mendatangi kantor pemasaran CV Jasmin di Tabanan, Senin (17/12) mengungkapkan, pihaknya meminta kejelasan pengembalian dana uang muka atas  rencana pembelian rumah bersubsidi berlokasi di Br. Samsam, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan Tabanan atau Perum Puri Puri Hyangan yang tidak bisa direalisasikan oleh pihak pengembang, yakni dalam hal ini adalah PT Promedia Indo Perkasa.

“Karena tidak kunjung terealisasi, saya akhirnya mengajukan pembatalan ke pihak pengembang dan disepakati uang muka akan dikembalikan. Namun, hingga kini pengembalian uang muka tersebut tidak kungjung terealisasi, sehingga saya dan konsumen lainnya datang menuntut kejelasan pengembalian uang muka tersebut,” tuturnya.

Jelas Agung, nilai rumah yang dibanderol oleh pihak pengembang adalah Rp 141 juta per unit, dari jumlah tersebut sudah dibayarkan uang muka mencapai Rp 7 juta. Paparnya, pembayaran uang muka tersebut sudah dilakukan pada dua tahun lalu (tanggal 15 Juli 2017), dan dalam jangka waktu tersebut ia selalu berusaha menanyakan kejelasan pembangunan rumah yang dijanjikan pihak pengembang, namun oleh pihak pengembang selalu memberikan jawaban agar bersabar.

“Itu kemudian saya memilih untuk membatalkan transaksi, namun pembatalan tersebut juga tidak serta merta dengan pengembalian uang muka, bahkan itu berlangsung hingga saat ini,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Nyoman Agus Mariana. Kata dia, ia sudah membayar uang muka hingga Rp 25 juta untuk pembelian rumah subsidi Perum Puri Puri Hyangan. Sebab awalnya ia percaya bahwa pengembang akan benar-benar merealisasikan pembangunan rumah tersebut.

“Pembayaran uang muka itu sudah dilakukan pada dua tahun lalu, namun hingga saat ini rumah belum juga dibangun. Akhirnya, saya minta uang muka tersebut dikembalikan atau saya melakukan pembatalan pembelian pada enam bulan lalu, dan dari pihak pengembang dijanjikan hari ini,  Senin (17/12),” tandasnya. (man)