Sejak beberapa tahun lalu, pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM RI melakukan pendataan riil koperasi yang ada dan dalam kondisi sehat. Untuk itu, pemerintah pun mengejar koperasi berkualitas, bukan pertumbuhan jumlah koperasi. Dengan program koperasi berkualitas, pembinaan pun fokus peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Apa yang dilakukan?


DATA perkembangan koperasi di seluruh Bali tahun 2018 sampai 30 November menujukkan, perkembangan jumlah koperasi sangat kecil. Namun secara kualitas terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Jumlah koperasi yang dinilai sehat makin banyak serta berbagai penghargaan telah diraih gerakan koperasi baik tingkat kabupaten/kota/provinsi maupun nasional.

Yang sangat menggembirakan di Bali ada koperasi yang lolos menjadi penyalur program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Di Indonesia baru ada tiga koperasi dari 150 koperasi yang ada sebagai penyalur KUR.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, S.E., M.M. menegaskan, menuju koperasi berkualitas pembinaan difokuskan pada peningkatan daya saing. Dengan menganalisis kelemahan koperasi dalam menghadapi persaingan kompetitif, maka itu dilaksanakan penyesuaian kebijakan sehingga koperasi mampu bersaing.

Caranya dengan intensif melakukan peningkatan SDM menjadi peserta pelatihan dan pendidikan (diklat). Selain itu, pembinaan mendorong kerja sama kemitraan baik koperasi maupun pelaku usaha mikro dan kecil.
”Tahun ini, kami memberikan pendampingan diklat di semua bidang, baik melalui dana pusat maupun daerah. Dengan fokus peningkatan mutu SDM, koperasi akan makin berkualitas. Berkat dorongan dan kerja sama dinas kabupaten/kota telah meraih penghargaan Provinsi Penggerak Koperasi. Penghargaan yang kedua kalinya hanya Bali satu-satunya di Indonesia. Kami semua merasa bangga namun kami memiliki tanggung jawab yang cukup berat, yakni ditantang untuk mampu meningkatkan kualitas koperasi dan UKM,” kata Indra Dewa Putra.
Ditegaskan, dari data yang ada sampai November 2018 jika dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya dari sisi jumlah koperasi justru terjadi penurunan. Jumlah koperasi tahun 2017 tercatat 4.991 dan tahun 2018 menjadi 4.871. Di samping memang fokus pada peningkatan SDM, penurunan jumlah koperasi dipengaruhi adanya pembubaran koperasi.
”Tetapi kalau peningkatan kualitas dapat diukur dari terjadinya kenaikan modal sendiri, sisa hasil usaha, aset dan lainnya. Semua sektor terjadi kenaikan. Seperti modal sendiri naik 12 persen lebih, volume usaha naik 12,43 persen, SHU naik 8,72 persen, aset naik 4 persen lebih. Inilah yang terjadi jika SDM pengelola dan anggota koperasi diberikan berbagai ilmu tatakelola yang.berstandar,” tambahnya.
Indra menjelaskan, perkembangan koperasi per kabupaten dan kota. Di antaranya di Kabupaten Buleleng ada 302 unit koperasi aktif dan 49 tak aktif. Jumlah anggota  67.127 orang, jumlah koperasi yang sudah RAT 227. Jumlah karyawan 1.272 orang dan  99 manajer. Rp 237.153.035.463 (modal sendiri), Rp 385.155.391.783 (modal luar) Rp 372.104.842.311  (volume usaha) Rp15.872.133.712  (SHU), Rp 622.168.279.790 (aset). Di Kabupaten Jembrana ada 204  koperasi aktif dan  61 tak aktif. Jumlah anggota 56.940 orang dan jumlah koperasi yang sudah RAT  175. Jumlah karyawan 1.274 oranh dan  77 manajer. Rp 143.887.942.017 (modal sendiri), Rp 141.101.836.800  (modal luar). Rp 205.256.301.000  (volume usaha). Rp 9.826.612.667  (SHU). Rp 284.687.712.950 (aset). Di Kabupaten Tabanan ada 439 koperasi aktif dan 129 tak aktif. Jumlah  anggota 98.453 orang. Jumlah koperasi yang sudah RAT 325 . Jumlah karyawan  3.028 orang dan 440 manajer. Rp 404.198.441.963 (modal sendiri). Rp 122.5359.013.576 (modal luar). Rp 1.317.307.338.833 (volume usaha ) Rp 35.671.984.349  (SHU) Rp 1.629.488.256.233 (aset ). Di Kabupaten Badung ada 502 koperasi aktif dan 42 tak aktif. Jumlah anggota 130.998 orang. Jumlah koperasi yang sudah RAT 401 koperasi. Jumlah karyawan  3.002 orang dan  268 manajer. Rp 680.708.868.943 (modal sendiri). Rp 2.639.566.823.652 (modal luar). Rp 2.588.514.783.274 (volume usaha). Rp 125.804.292.436  (SHU). Rp 3.429.104.778.777 (aset). Di Kota Denpasar ada 1.057  koperasi aktif dan  7 tak aktif. Jumlah anggota 141.395 orang. Jumlah RAT  823 koperasi. Jumlah karyawan  4.130 orang dan 235 manajer. Rp 486.339.142.189 (modal sendiri). Rp 1.612.097.436.823 (modal luar). Rp 2.299.710.663.812  (volume usaha ). Rp  200.418.023.868 ( SHU). Rp 2.273.383.942.289  (aset). Di Kabupaten Gianyar ada 988 koperasi aktif dan  235 tak aktif. Jumlah anggota 206.325 orang dan  804 koperasi  sudah RAT. Jumlah karyawan  3.143 orang dan 164 manajer. Rp 292.818.482.248 (modal sendiri). Rp 1.164.981.533.790  (modal luar). Rp 2.128.653.015.537  (volume usaha). Rp 68.789.863.287 (SHU). Rp 1.456.630.612.684 (aset). Kabupaten Bangli ada 212 koperasi aktif dan  21 tak aktif. Jumlah anggota  62.935 orang.  Jumlah koperasi RAT 157, jumlah karyawan  964 orang dan 48 manajer. Rp 95.651.932.965  (modal sendiri). Rp 380.148.754.956 (modal luar). Rp 584.512.926.913  (volume usaha). Rp 13.500.812.999 (SHU). Rp 488.908.373.844 (aset). Kabupaten Klungkung ada 106 koperasi aktif dan 26 tak aktif. Jumlah anggota 49.809 orang. Ada 87 koperssi sudah  RAT. Jumlah karyawan  921 orang dan 31 manajer. Rp 104.306.539.963  (modal sendiri). Rp 382.225.270.368 (modal luar ). Rp 518.086.696.099 (volume usaha ). Rp 12.477.243.829 ( SHU). Rp 487.990.570.063  (aset ). Kabupaten Karangasem ada 284 koperasi aktif dan  34 tak aktif. Jumlah anggota  109.116 orang. 173  koperasi sudah RAT. Jumlah karyawan 2.286 orang dan 64 manager. Rp 121.008.435.386 (modal sendiri). Rp  356.486.104.110 (modal luar). Rp 474.431.723.038  (volume usaha ). Rp 10.879.624.988 ( SHU). Rp 490.133.494.492 (aset ). Untuk Nivo Provinsi ada 166 koperasi aktif dan 7 tak aktif. Jumlah anggota  164.519 orang.  148 koperasi sudah RAT. Jumlah karyawan 1.842 orang dan  118 manajer. Rp 447.772.053.528 (modal sendiri). Rp 1.428.006.014.197 (modal luar). Rp 2.897.764.446.284 (volume usaha). Rp 32.761.679.757 (SHU). Rp 1.863.652.723.674  (aset ).

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena juga mengakui Pemerintah Kota Denpasar fokus pada peningkatan SDM. Apalagi pemerintah Denpasar menuju kota kompeten, seiring program tersebut di sektor koperasi diupayakan semua SDM memiliki sertifikat kompeten. Untuk itu tahun ini dan tahun depan terus dilaksanakan peningkatan SDM sampai berstandar kompeten. (sta)