BI Dorong Pengembangan Pasar Repo Domestik

Denpasar (Bisnis Bali) – Sejak 2015, Bank Indonesia mendorong pendalaman pasar keuangan melalui pengembangan transaksi keuangan antara lain pada segmen transaksi repo. Inisiatif ini ini bertujuan untuk mendorong makin efektifnya intermediasi kebijakan moneter yang saat ini mengacu pada suku bunga kebijakan BI 7-day repo rate ke pasar repo domestik.

“Pengembangan pasar repo juga diharapkan mendorong terjaganya stabilitas sistem keuangan karena sifat transaksinya yang relatif lebih aman,” kata Asisten Direktur Divisi Kredibilitas dan Informasi Pasar Keuangan, Departemen Pengembangan Pasar Keuangan, Yan Haikal di Gedung KPw BI Bali.

Menurutnya, transaksi repo adalah transaksi pinjam-meminjam likuiditas antarlembaga keuangan, termasuk perbankan, yang dilakukan dengan jaminan (collateralized) sesuai kesepakatan kedua belah pihak.Transaksi pinjam-meminjam ini berbeda dengan transaksi pasar uang antarbank (PUAB) yang tidak menggunakan jaminan, sehingga relatif lebih aman. Bagi lembaga keuangan, transaksi repo dapat dijadikan sarana diversifikasi portfolio, alternatif pemenuhan dana jangka pendek, serta mendorong pendalaman pasar obligasi.

Saat ini, diakui walaupun telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir kondisi pasar repo domestik masih perlu ditingkatkan baik secara volume maupun pelakunya. Salah satu faktor yang menjadi hambatan berkembangnya pasar repo domestik adalah pemahaman yang tidak merata dari para pelaku mengenai mekanisme operasional transaksi repo, mulai dari proses pelaksanaan transaksi, mitigasi risiko sampai dengan penyelesaian dan pembukuan transaksi, standardisasi pasar repo, serta pemahaman terhadap kontrak General Master Repurchase Agreement (GMRA) Indonesia yang menjadi dasar kontrak pelaksanaan transaksi repo.

Merespons hal ini, Bank Indonesia secara berkelanjutan melaksanakan capacity building kepada pelaku pasar mengenai mekanisme operasional transaksi repo.

“Salah satu fokus dalam capacity building tersebut adalah Bank Pembangunan Daerah (BPD),” jelasnya.

Pada semester I/ 2018, BI telah melakukan capacity building pada BPD wilayah barat Indonesia yang selanjutnya juga akan diikuti kepada BPD wilayah tengah dan timur Indonesia.

Diharapkan, perwakilan BPD di wilayah tengah dan timur memiliki pemahaman dan keterampilan yang lebih baik dalam melakukan transaksi repo. Selanjutnya pendalaman pasar repo makin baik sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan stabilitas sistem keuangan. (dik)