PAMERAN - Menkop UKM Puspayoga meninjau pameran UKM di ajang SETC Expo 2018 di area Gong Perdamaian Kertalangu, Denpasar.

Denpasar (Bisnis Bali) – Dari 59,26 juta pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia, baru sekitar 4 juta pelaku UKM yang memanfaatkan teknologi digital dan media sosial. Padahal, pengadopsian teknologi digital untuk pemasaran produk terbukti mampu membuka peluang ekspor dan meningkatkan penghasilan pelaku UKM hingga 26 persen. Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM RI, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga saat membuka SETC Expo 2018 yang digelar oleh PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna) di area Gong Perdamaian Kertalangu, Denpasar, Sabtu (15/12).

Puspayoga mengungkapkan apresiasinya terhadap tema yang diangkat untuk kegiatan ini “New Era Entrepreneurship” sangat tepat dan sesuai dengan revolusi industri 4.0, yaitu sebuah era baru yang saat ini tengah terjadi, khususnya di kalangan wirausaha. Diakuinya, pemanfaatan teknologi masih belum merata dan menjadi tantangan bagi para pelaku UKM. Dulu, pengusaha harus punya toko untuk menjual barang yang diproduksinya, sementara sekarang semua orang bisa memiliki toko atau usaha yang dikelola dalam genggaman. “Saya mengajak seluruh pelaku UKM yang hadir di sini untuk memotivasi rekan-rekannya agar ikut menjadi pengusaha. Terlebih di era baru ini, di mana berprofesi sebagai pengusaha menjadi jauh lebih mudah,” ungkap Menteri Puspayoga.

Lebih lanjut dikatakannya, semangat ini sejalan dengan program Presiden Joko Widodo yang fokus mendorong perekonomian kerakyatan melalui pemerataan kesejahteraan, karena pelaku UKM memiliki peran sangat strategis dalam mendukung program tersebut. Pihaknya sangat terbantu karena ada pihak, seperti Sampoerna ikut melakukan pembinaan secara berkelanjutan kepada pelaku UKM sehingga dapat membantu pemerintah untuk meningkatkan rasio jumlah wirausaha, di mana pada 2017 lalu telah mencapai 3,1 persen. “Ini sebuah pencapaian yang membanggakan karena melebihi standar internasional yaitu 2 persen,” katanya.

Sementara itu, Kepala Hubungan Daerah & CSR Sampoerna, Ervin Laurence Pakpahan mengatakan, SETC Expo 2018 yang berlangsung selama dua hari di Denpasar ini sebagai wujud komitmen dalam memberdayakan potensi sektor UKM Indonesia. Kegiatan yang memasuki tahun ke-10 ini juga untuk memfasilitasi pelaku UKM dalam menghadapi berbagai peluang dan tantangan di era teknologi digital. SETC Expo merupakan program pameran dan pelatihan UKM tahunan sebagai bagian dari Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna). “Sampai saat ini, PPK telah mengembangkan sekitar 40.000 wirausahawan di 79 kota/kabupaten di Indonesia. Kegiatan kali ini melibatkan sekitar 180 UKM dari seluruh Indonesia yang menjadi binaan kami,” ujar Ervin. (dar)