Transaksi Perbankan Normal Jelang Akhir Tahun

Mangupura (Bisnis Bali) – Perbankan optimis transaksi menjelang momen Galungan, Natal dan Tahun Baru akan tetap normal karena tidak ada isu hambatan yang akan membayangi. Normalnya transaksi perbankan tersebut secara tidak langsung akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

“Menjelang akhir tahun ekonomi Bali akan tumbuh mengingat masih menjadi daerah tujuan wisatawan sehingga akan mempengaruhi transaksi perbankan,” kata pemerhati perbankan Dr. Indrawan di Nusa Dua, Selasa (11/2) kemarin terkait potensi akhir tahun terhadap pariwisata Bali.

Ekonomi Bali akan tumbuh datang dari sektor pariwisata dan ikutan pendukung industri seperti restoran, bahan makanan, moda transportasi dan lainnya. Masuknya dana dari kunjungan wisatawan tersebut akan masuk ke bank, dan bank secara tidak langsung akan memperoleh sumber dana termasuk bisa menyalurkannya ke sektor tersebut.

Area Manager Bank Mega Area Bali Nusra, Ardhana Febrinaji mengatakan, aktivitas perbankan menjelang Galungan hingga akhir tahun masih relatif normal, bahkan ada peningkatan dari sisi setoran. Aktivitas akan berjalan normal, baik dari segi volume maupun nilai transaksi. Optimistis hari raya dan Nataru transaksi normal karena sebelum hari raya pun tidak ada lonjakan berarti sehingga ekonomi masih mampu tumbuh.

“Transaksi selama hari raya hingga akhir tahun tidak ada kendala karena bank sudah siap dari sisi dana lewat anjungan tunai mandiri (ATM),” ujarnya.

Untuk transaksi simpanan tidak ada masalah karena masyarakat sudah paham jika liburan bank tidak operasional, sedangkan untuk pembayaran lainnya bank melayani terbatas.

“Untuk kewajiban pembayaran kredit, umumnya debitur ada membayar lebih awal. Walaupun tepat pembayaran pada tanggal merah, bisa dibayarkan secara mobile maupun internet banking,” katanya.

Menurutnya, dengan berbagai kemudahan tersebut diyakini tidak akan membuat ekonomi masyarakat lumpuh. Liburan hari raya dan Nataru, likuiditas terpenuhi. “Bagi kami malah mendukung ekonomi, karena kunjungan wisatawan akan banyak berdatangan di Bali. Berbagai kegiatan ekonomi akan tumbuh mulai kebutuhan bahan baku makanan, suvenir, pariwisata, hotel, restoran dan lainnya,” paparnya.

Hal sama dikatakan manajer DJP bank umum swasta lainnya Yuliani. Ia mengatakan, kondisi ekonomi tidaklah lumpuh selama momen Galungan hingga Nataru. Untuk melayani kebutuhan masyarakat terhadap transaksi keuangan saat momen tersebut, bank sudah ada layanan terbatas. Untuk kebutuhan dana tunai sudah ada ATM yang dijamin ketersediaan uangnya dan keamanan terjaga.

“Dengan adanya ATM cash recyling machine (CRM) yang bisa transaksi tarik tunai dan setor, kami optimis transaksi masyarakat hingga pelaku usaha tidak akan terganggu,” katanya. (dik)