Tabulampot Belimbing Dewi Diburu Penghobi

TABULAMPOT (tanaman buah dalam pot) makin diburu penghobi tanaman, terutama yang tidak memiliki pekarangan untuk berkebun. Selain dapat menghijaukan pekarangan, tabulampot juga terlihat sangat menarik saat buah mulai bermunculan. Salah satu tabulampot yang banyak peminatnya adalah tabulampot belimbing dewi.

Belimbing dewi dengan buah yang besar dan warna oranye yang menarik, sangat cocok dijadikan tabulampot. Gede Natih, penjual tanaman di kawasan Jalan By Pass Sanur mengatakan, harga tabulampot memang cukup tinggi dibandingkan bibit biasa. Untuk tabulampot belimbing dewi ini dipatok Rp250 ribu ke atas tergantung ukuran.

“Keunggulan dari tanaman belimbing ini adalah pertumbuhan relatif cepat, mudah untuk dipelihara dan tidak mengenal musim untuk berbuah. Bunganya dapat muncul setelah bibit yang berasal dari perbanyakan vegetatif berumur 3-5 bulan,” paparnya di Denpasar.

Dilihat dari segi perawatannya cukup mudah. Tanaman belimbing dapat tumbuh dengan optimal pada dataran rendah dengan ketinggian maksimal 500 m diatas permukaan air laut. Belimbing menyukai tempat terbuka dan mendapatkan intensitas sinar matahari yang memadai, tetapi masih toleran terhadap naungan dengan intensitas penyinaran 45-50 persen.

Menanam tabulampot belimbing ternyata tidak sulit. Tabulampot belimbing bahkan mampu berbuah lebat terus-menerus sepanjang tahun. Dalam membudidayakan belimbing di dalam pot sebaiknya memilih bibit belimbing yang unggul dan berkualitas agar buah yang dihasilkan berkualitas pula. “Pilihlah bibit belimbing yang berasal dari hasil cangkok atau okulasi yang telah berumur sekitar 1 tahun dengan kondisi bibit baik yaitu daunnya segar dan tidak layu serta terbebas dari hama dan penyakit,” terangnya.

Media tanam yang dipakai dalam tabulampot belimbing juga menentukan sukses tidaknya tabulampot. Sebaiknya pilih media tanam ringan, dapat menyimpan air, porous, gembur dan bebas dari bibit hama penyakit. Komposisi media tanam yang biasa dipakai pada tanaman buah belimbing yaitu tanah, pupuk kandang dan sekam  dengan perbandingan 2 :1:1.

Untuk pot gunakan yang memiliki diameter 60 cm dengan tinggi 40 cm yang bagian dasarnya sudah diberi lubang. Lalu masukkan pecahan genteng atau batu bata di bagian dasar pot, lalu masukkan media tanam ke dalam pot hingga setengah pot lalu letakkan bibit. Baru tambahkan media tanam hingga hampir penuh dan siram tanaman.

Letakkan tanaman dilokasi teduh selama 1-2 minggu, lalu tempatkan di tempat terbuka dengan sinar matahari, terutama pagi hari.

Kunci kesuksesan tabulampot belimbing adalah pada cara perawatannya. Penyiraman sebaiknya dilakukan kontinu setiap hari sekali, tetapi jangan sampai tergenang. Untuk pemupukan lakukan satu bulan setelah tanam, berikan pupuk NPK mutiara dengan konsentrasi 10g/liter air, lakukan pemupukan 3 bulan sekali. Pemberian pupuk kandang sebaiknya dilakukan setiap enam bulan sekali sekitar lima kilogram per pot.

Selain itu lakukan pemangkasan untuk  mendorong produksi buah dan memudahkan pemanenan dari tanaman agar tidak terlalu tinggi. Pemangkasan juga bertujuan agar sinar matahari dapat masuk sehingga mengurangi kelembaban.

Setelah tanaman berbuah, harus dibungkus saat ukuran buah sebesar kelereng agar tidak terserang hama. Penjarangan buah dilakukan untuk memberikan kesempatan buah yang terpilih tumbuh dengan maksimal karena persaingan nutrisi dan unsur haranya berkurang. (pur)