Properti Menengah Atas tetap Prospek di Bali

Mangupura (Bisnis Bali) – Segmen perumahan menengah atas dinilai masih prospektif di Bali untuk investasi. Hasl itu diungkapkan salah seorang praktisi properti, Adi Nugraha, belum lam ini, di Badung.

Katanya, properti menengah atas prospektif dibangun karena berbagai hal. Selain pasar terbuka ke depan, harga dasar lahan di sejumlah kawasan premium yang makin melambung tinggi, tentu paling cocok untuk pasokan rumah menengah atas. Misal rumah elite dengan harga mulai Rp 1 miliar ke atas per unit.

Ini tantangan bagi pemasok tak hanya kuat dari sisi permodalan, tapi juga manajemen bisnis menyikapi kondisi pasar kini. Seiring berkembangnya era digital promosi yang gencar dikelola sumber daya manusia ( SDM) mumpuni akan memberikan manfaat lebih besar dalam menggaet pasar luar Bali dan bahkan mancanegara.

Properti Bali selalu menarik di mata investor karena potensi kenaikan harganya cukup tinggi. Itu juga dipengaruhi sektor pariwisata Bali yang kian berkembang, juga keamanan dan kenyaman investasi di Bali di tengah masyarakatnya yang cinta damai dan berbudaya adiluhung.

Sebelumnya, pebisnis properti menengah atas, Fransiskus menyampaikan, dalam memarketing produk, pengembang juga perlu memperhatikan banyak hal. Terutama rumah menengah atas yang dicari konzumen dengan daya beli mapan. Mulai dari desain dan tata ruang yang memadai serta menarik, fasos dan fasum yang memadai, kondisi lingkungan aman dan nyaman, juga legalitas yang terjamin. Ini bagian dari marketing sehingga tak hanya berorientasi pada peningkatan harga jual namun tetap memperhatikan kualitas produk. (gun)