Denpasar (Bisnis Bali) – Bank BPD Bali menggandeng organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait di seluruh kabupaten/kota di Bali dalam upaya mengoptimalisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan melakukan koordinasi dengan OPD diharapkan memperoleh data yang lebih akurat nasabahah potensial penerima KUR di seluruh daerah, termasuk dalam rangka pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM).

Plt. Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma di sela-sela Rapat Koordinasi KUR antara Bank BPD Bali dengan Instansi Terkait di Sanur, Rabu (12/12) menyatakan, Kementerian atau lembaga teknis dan pemerintah daerah wajib melakukan pembinaan teknis pelaksanaan KUR dengan melakukan upload data calon debitur penerima KUR potensial untuk dapat dibiayai KUR ke dalam Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) dengan penanggung jawab pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Mengidentifikasi data calon penerima KUR yang di-upload oleh penyalur KUR dan perusahaan penjamin, sesuai dengan wailayah masing-masing ke dalam SIKP. Termasuk, mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk keperluan pengembangan dan pendampingan usaha penerima KUR di masing-masing wilayah.

“Dengan telah dibangunnya SIKP, kami dari pihak bank pelaksana sangat berharap data dari SIKP yang diinput oleh OPD di masing-masing kabupaten dan kota di Bali, dapat kami pergunakan sebagai basis data UMKM yang terpercaya dan dapat kami jadikan rujukan dalam penyaluran kredit yang benar-benar tepat sasaran dan efektif,” katanya.

Hadir pada kesempatan tersebut Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 8 Bali Nusra Rochman Pamungkas, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali Azka Subhan, Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi Bali AA. Raka Sunetri dan Direktur Operasional Bank BPD Bali IB Setia Yasa.

Sudharma mengatakan, penyaluran KUR di Bali dan Lombok hingga saat ini telah mencapai Rp544 miliar atau telah menembus 98,91 persen dari target Rp550 miliar. Dari target penyaluran KUR tersebut terbagi atas sektor mikro dengan plafon maksimal Rp25 juta telah mencapai Rp22,4 miliar atau tercapai 97,27 persen dari targetnya Rp23 miliar.

Sementara KUR ritel (kecil) dengan plafon Rp 26 juta-Rp 500 juta mencapai Rp521,7 miliar atau tercapai 98,99 persen dari target Rp527 miliar.

“Jumlah debitur yang menerima KUR mikro mencapai 942 ribu orang dan KUR kecil mencapai 2,295 orang,” jelasnya.

Diakui, bank selalu berupaya terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya lewat berbagai kemudahan dalam memperoleh kredit. Ia pun menerangkan upaya yang dilakukan Bank BPD Bali lewat penyaluran KUR ternyata mendapatkan apresiasi pemerintah melalui penghargaan sebagai bank Penyalur KUR Terbaik II tahun 2018.

Penghargaan tersebut diakui diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) RI Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. Ditetapkannya bank daerah Bali sebagai penyalur KUR terbaik sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada bank penyalur yang telah menyalurkan KUR sesuai dengan plafon yang telah didistribusikan dan dengan berkualitas.

Bank BPD Bali pada 2019 akan menggenjot porsi penyaluran kredit produktif guna membiayai kegiatan UMKM, termasuk kian memaksimalkan penyaluran KUR di sektor pariwisata. Upaya bank tersebut mendukung pengembangan pariwisata dan industri kreatif di Bali.

Untuk mendukung hal tersebut, Sudharma mengakui, bank BPD Bali sudah mengajukan plafon penyaluran KUR 2019 mencapai Rp 1 triliun yaitu KUR mikro Rp49 miliar dan KUR kecil Rp951 miliar.. Harapannya plafon KUR Rp 1 triliun bisa disetujui yang berarti target ini naik hampir dua kali lipat dibandingkan 2018 yang mencapai Rp550 miliar.

“Kenaikan target dua kali lipat ini mengingat potensi penyaluran KUR di Bali masih terbuka dan terserap baik, termasuk menyasar KUR pariwisata,” jelasnya.

Azka Subhan mengatakan, BI mengapresiasi pencapaian KUR BPD Bali yang telah mencapai 98 persen lebih. “Kerja keras tidak berkhianat terbukti Bank BPD Bali sebagai bank Penyalur KUR Terbaik II tahun 2018,” katanya.

Sama halnya disampaikan Rochman Pamungkas, KUR adalah upaya pemerintah mewujudkan ketahanan ekonomi. OJK berupaya mendorong pemerataan dan pengembangan ekonomi daerah melalui BPD Bali lewat penyaluran KUR.

“Pencapaian KUR BPD Bali ini agar menjadi penyemangat dalam menyalurkan KUR ke depannya sehingga menjadi kekuatan kemandirian ekonomi. Dengan target Rp1 triliun pada 2019, kami harapkan bisa terealisasi dan tepat sasaran,” jelasnya. (dik)