MOW, Kontrasepsi Mantap Cegah Kehamilan

Denpasar (Bisnis Bali) – Masyarakat mengenal berbagai jenis alat dan obat kontrasepsi (alokon). Salah satu alat kontrasepsi mantap yang dikenal masyarakat adalah metode operatif wanita ( MOW) atau yang lazim disebut tubektomi atau steril.

Program keluarga berencana (KB) MOW ini dipilih pasangan usia subur (PUS) yang sudah mantap tak ingin punya anak lagi. Demikian Penyuluh Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (PKKBPK) Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, I Gusti A. Putu Mayuni, S.Sos., Selasa (11/12).

Dikatakannya, MOW  merupakan salah satu cara kontrasepsi diikuti dengan tindakan pembedahan pada saluran telur wanita. Tubektomi merupakan tindakan medis berupa penutupan tuba uterine dengan maksud tertentu untuk tidak mendapatkan keturunan dalam jangka panjang seumur hidup.

Tindakan yang dilakukan pada kedua tuba falloppi wanita yang mengakibatkan seseorang tak dapat hamil atau tidak menyebabkan kehamilan lagi. Sterilisasi merupakan metode kontrasepsi permanen yang hanya diperuntukkan bagi mereka yang memang tidak ingin atau boleh memiliki anak lagi.

MOW merupakan tindakan penutupan terhadap kedua saluran telur kanan dan kiri, yang menyebabkan sel telur tidak dapat melewati sel telur, dengan demikian sel telur tidak dapat bertemu dengan sperma laki-laki sehingga tidak terjadi kahamilan.

Cara melakukan sterilisasi telah mengalami banyak perubahan. Pada abad ke-19, sterilisasi dilakukan dengan mengangkat terus atau kedua ovarium. Pada tahun 50-an dilakukan dengan memasukkan AgNO3 melalui kanalis servikalis ke dalam tuba uterine. Pada  akhir abad ke-19  dilakukan dengan mengikat tuba uterine namun cara ini mengalami banyak kegagalan sehingga dilakukanlah pemotongan san pengikatan tuba uterina.

Dulu sterilisasi ini dibantu oleh anastesi umum dengan membuat sayatan/insisi yang lebar dan harus dirawat di rumah sakit. Kini, operasinya tanpa dibantu anastesi umum dengan hanya membuat insisi kecil dan tidak perlu dirawat inap di rumah sakit. Secara umum tujuan dari tubektomi adalah menghambat perjalanan sel telur peerempuan agar tidak dibuahi sperma.

Makin banyaknya wanita menggunakan kontrasepsi ini tentu saja diiringi dengan berbagai pertimbangan. Pertimbangan tersebut tentu saja dilandasi oleh kelebihan yang ada pada proses tubektomi.

Ada pun kelebihan dari tubektomi sangat efektif, tidak mempengaruhi proses  menyusui (breastfeeding) tak menghambat hubungan suami istri,  baik bagi klien apabila kehamilan akan menjadi risiko kesehatan yang serius.

Pembedahan sederhana, dapat dilakukan anastesi lokal, tidak ada efek samping dalam jangka panjang, tidak ada perubahan dalam fungsi seksual, selain itu faktor pertimbangan yang lain juga didasarkan pada kelemahan yang dimiliki oleh kontrasepsi tubektomi.

Adapun kekurangan dari tubektomi adalah risiko dan efek samping pembedahan, kadang-kadang sedikit merasakan nyeri pada saat operasi. Infeksi mungkin saja terjadi, bila prosedur operasi tidak benar.

Kontrasepsi ini digunakan hanya untuk pasangan suami istri yang telah memutuskan untuk tidak lagi memiliki anak. Oleh sebab itu jika ingin menggunakan kontrasepsi ini perlu diperhatikan kontrasepsi ini merupakan kontrasepsi yang permanen. Meskipun saluran telur yang tadinya dipotong atau diikat dapat disambung kembal, namun tingkat keberhasilan untuk hamil lagi sangat kecil. (gun)