Meningkat, Kunjungan Wisman India ke Bali

Denpasar (Bisnis Bali) – Wisatawan mancangera (wisman) asal India tampaknya mulai melirik Bali sebagai tujuan wisata berlibur. Hal itu tercermin dari secara kumulatif (periode Januari-Oktober 2018), BPS Bali mencatat wisman yang datang langsung ke Pulau Dewata dengan mengalami peningkatan jumlah terbesar berasal dari India, yaitu tercatat 31,05 persen.

“Periode Januari-Oktober 2018 penurunan jumlah wisman terdalam pada periode itu berasal dari Korea Selatan mencapai 25,01 persen,” kata Kepala BPS Bali, Adi Nugruho di Denpasar, Selasa (11/12).

Ia mengatakan, secara kumulatif (Januari – Oktober 2018), wisman yang datang langsung ke Bali tercatat mencapai 5.164.929 orang, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (y on y), yang tercatat mencapai 5.124.839 orang, atau naik 2,87 persen. Imbuhnya, selain India, secara kumulatif tiga besar Negara lain yang juga mengalami peningkatan kunjungan ke Bali adalah Amerika Serikat 18,57 persen, dan Prancis mencapai 9,58 persen.

Di sisi lain, kata Adi Nugroho, khusus jumlah wisman yang datang ke Bali pada Oktober 2018 tercatat mencapai 517.889 kunjungan. Angka itu turun 6,84 persen dibandingkan dengan catatan September 2018 (m to m). Jika dibandingkan dengan Oktober 2017 (y on y) jumlah kunjungan wisman mengalami peningkatan 11,35 persen.

“Pada Oktober 2018,sebagian besar wisman ke Bali datang melalui bandara, yaitu 515.859 kunjungan, sedangkan yang datang melalui pelabuhan laut 2.030 kunjungan,” ujarnya.

Sementara itu, menurut kebangsaan Oktober 2018 wisman yang tercatat paling banyak datang ke Bali adalah wisman dengan kebangsaan Tiongkok 22,81 persen, Australia 20,45 persen, India 4,76 persen). Selain itu, Inggris 4,68 persen, Jepang 4,32 persen, Prancis 3,88 persen, Amerika Serikat 3,75 persen, Jerman 3,73 persen, Korea Selatan 2,42 persen, dan Malaysia 2,19 persen.

Dibandingkan dengan September 2018 (m to m), dari sepuluh negara dengan jumlah wisman terbanyak, penurunan jumlah wisman yang cukup dalam berasal dari Malaysia 37,75 persen, disusul oleh wisman dari Jerman yang mengalami penurunan 21,96 persen. (man)