Tabanan (Bisnis Bali) – Harga babi di tingkat peternak yang cenderung mengalami lonjakan selama sebulan terakhir hingga menyentuh level Rp 38.000 per kg, kondisi tersebut diprediksi akan tetap bertahan mendekati momen hari raya Galungan yang tinggal menghitung hari.

Meski bertahan, kondisi harga tersebut sekaligus menjadikan harga babi di posisi tertinggi atau termahal selama momen Galungan.

“Setelah mengalami lonjakan sebulan terakhir, saat ini harga babi di tingkat peternak di tabanan masih berada dikisaran Rp 37.000 per kg-Rp 38.000 per kg. Kondisi tersebut kemungkinan akan berlaku sama atau tetap bertahan hingga menedekati momen Galungan nanti,” tutur Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi (Gubi)  Drh. Agus Artana, di Tabanan, Selasa (11/12).

Prediksi tersebut, asumsinya melihat dari pengalaman serupa pada momen yang sama, yakni biasanya bila akan terjadi lonjakan harga babi, maka itu sudah bisa terlihat dari sejak 25 hari sebelum Galungan. Sementara akuinya, saat ini yang terjadi adalah perayaan Galungan ini sudah tinggal 15 hari lagi, namun permintaan pasar akan babi stabil. Artinya, tidak ada kemungkinan lagi untuk lonjakan harga babi, karena kemungkinan tukang potong atau tukang jagal sudah siap dengan barang (babi).

Jelas Agus, kisaran Rp 37.000 per kg-Rp 38.000 per kg tersebut sudah mengalami lonjakan sejak sebulan lalu, setelah sebelumnya berada di kisaran Rp 36.000 per kg-Rp 37.000 per kg. Katanya, lonjakan harga babi tersebut dipicu oleh kian menurunnya populasi babi di tengah stabilnya permintaan pasar sekarang ini. Selain itu, diperparah lagi dengan makin mahalnya harga pakan dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Untungnya di tegah makin mahalnya biaya produksi, di barengi dengan ikut terdongkraknya harga jual babi, sehingga peternak masih mendapatkan untung dari usahanya saat ini,” ujarnya.

Sambungnya, saat ini perhitungan untuk break event point (BEP) di sektor usaha peternakan babi (belum termasuk ongkos tenaga kerja, air dan listrik) mencapai Rp 32.000 -Rp 33.000 per kg. Kondisi tersebut akuinya, sekaligus membuat sejumlah kalangan yang sebelumnya berpaling dari peternakan babi, kini kembali melirik usaha peternakan babi karena dinilai menguntungkan dengan harga jual yang mahal.

“Meski harga bibit babi mahal, yakni dari Rp 900-Rp Rp 1 juta per bibit atau naik dari Rp 600 ribuan sebelumnya. Kondisi itu tidak menyurutkan gairah untuk beternak babi sekarang ini,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Wakil Ketua Gubi Bali, Nyoman Ariadi, di Tabanan. Kata dia, hrga Rp 38.000 per kg ini merupakan harga tertinggi. Sebelumnya, harga babi di tingkat peternak ini paling hanya maksimal berada dikisaran Rp 35.000 per kg.

“Kenaikan harga ini sudah maksimal, sehingga harga babi pada Galungan nanti kemungkinan tidak akan banyak bergerak dari harga saat ini,” pungkasnya. (man)