Jajan Kaliadrem, Diburu Jelang Hari Raya

Denpasar (Bisnis Bali) – Jajan kaliadrem merupakan salah satu jajan tradisional masyarakat di Bali. Meski tergolong jajan kuno,namun dengan proses pembuatan yang baik, rasa dari jajan kaliadrem ini tidak kalah dengan kue modern lainnya. Selain rasa yang khas, kaliadrem ini harganya juga sangat murah dan awet dalam jangka waktu yang lama dibandingkan dengan jajan atau kue modern.

Jajan kaliadrem ini dibuat dari bahan utama tepung beras, gula merah, dan kelapa, serta beberapa bahan pelengkap lainnya. Apabila dibuat dengan menggunakan gula merah asli rasanya akan semakin enak.  Namun belakangan karena mahalnya harga gula merah atau gula aren seringkali diganti dengan gula putih agar biaya produksi bisa ditekan.

“Kalau kita masih tetap menjaga kualitas dan rasa kue dengan menggunakan gula merah asli sebagai penambah rasa manisnya. Agar harga tidak terlalu mahal kita siasati dengan memperkecil ukuran jajan, tapi konsumen yang sudah tau pasti paham,” ungkap Jero Pipit salah seorang penjual jajan kaliadrem.

Untuk persiapan hari raya Galungan dan Kuningan permintaan kue ini sangat tinggi, 6 bulan lalu terjual hingga 3000 biji kaliadrem yang di buat oleh Jero Pipit. “Jumlah ini saya batasi karena tenaga pembuat yang kurang, kalau masih diikuti pemesanan masih banyak. Untuk Galungan kali ini kita sudah terima pesanan hampir 3.000 biji, kemungkinan akan bertambah,” ujarnya.

Jajan kaliadrem buatannya tahan hingga 1 bulan tanpa mengubah rasa kuenya, ini juga dipengaruhi oleh kualitas bahan yang digunakan. Kaliadrem biasanya dikemas dalam kantong plastik yang berisi 10 biji kue dengam harga Rp10 ribu.

Karena tahan lama kue ini dibeli jauh hari sebelum hari raya agar tidak sampai kehabisan atau bisa di pakai sebagai kelengkapan haturan. (ita)