Investasi Perhiasan Emas, Konsumen mesti Selektif

Tabanan (Bisnis Bali) – Investasi perhiasan emas sejak dulu dinilai menguntungkan. Karena itu dalam berinvestasi konsumen mesti selektif. Demikian diungkapkan pebisnis perhiasan emas Kadek Ariana, Selasa (11/12).

Hal penting yang harus diperhatikan yakni memilih kadar emas ideal yang terkandung dalam perhiasan tersebut. Kadar 22 dan 23 karat memiliki kualitas yang terjamin untuk investasi.

Kadar 23 karat atau 91 persen merupakan hasil kolaborasi 9 unsur emas dan 1 tembaga. Fisik dan warna  perhiasan akan lebih awet sehingga nilai investasi akan lebih stabil. Bahkan saat harga emas naik investasi dalam jumlah banyak akan berpotensi mendatangkan keuntungan yang signifikan.

Selain kadar emas, pemilihan desain dan motif perhiasan yang menarik juga tak kalah menentukan prospek investasi ke depan. Misal desain dan motif tradisional yang sudah dikenal dunia akan keunikannya. Demikian motif-motif modern yang dipadukan unsur tradisional sehingga tak kalah menarik pula.

Hal yang tak kalah penting diperhatikan yakni memastikan surat-surat perhiasan aman sehingga saat dijual kembali akan lebih mudah. Umumnya pihak toko tertentu akan menolak membeli perhiasan konsumen kalau tanpa surat-surat atau nota pembelian.

Bisa saja perhiasan tersebut dianggap tak terjamin keasliannya. Kalaupun dipaksakan dijual harganya akan rendah karena dikenakan potongan nilai yang tinggi. Itu karena emas itu akan dilebur kembali sehingga bisa ditakar kembali dengan legalitas yang baru.

Konsumen mesti paham itu, sehingga simpanlah dengan baik surat – surat perhiasan yang dimiliki. Dengan memiliki surat – surat perhiasan emas yang dijual di toko tempat membeli terdahulu, penghargaan atas nilai purna jualnya akan lebih tinggi atau stabil sesuai kondisi pasar.

Alternatif bagi pemilik perhiasan emas yang tanpa surat – surat yakni menjual perhiasan di pihak pengamplung. Di pengamplung memang tempat menjual perhiasan dalam kondisi rusak juga tanpa surat-surat.

Namun risikonya harganya akan ditawar sangat murah. Dia mengharapkan investasi perhiasan emas dilakukan secara profesional. “Selektif dalam investasi menentukan ke depannya,” imbuh owner Wirata Jewelry ini.

Pebisnis perhiasan emas lainnya, Dewa Ayu Oka menyampaikan bisnis perhiasan emas memang ramai saat ini. Banyak yang berorientasi investasi sehingga peluang bagi produsen, pebisnis dan pihak terkait penyedia bahan baku.

Menurutnya saat ini harga emas berkisar Rp645.000 – Rp650.000 untuk kadar 22 dan 23 karat. Ini akan menjadi saat tepat meningkatkan investasi karena potensi kenaikan harganya masih terbuka.

Pemotif bisa makin inovatif dalam berinovasi sehingga mampu menghasilkan produk yang menarik dan berkualitas. Dengan tersedianya varian produk beragam konsumen bisa memilih sesuai selera.

Dia optimis bisnis perhiasan akan menggeliat karena ke depan ada  momen Galungan, dan lainnya. Momen itu mesti dimanfaatkan meningkatkan penjualan baik untuk transaksi pembelian baru, tukar tambah,maupun viur untuk melayani purnajual. (gun)