IHSG Digoyang Aksi Jual

Jakarta (Bisnis Bali) – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (11/12) kemarin, dibuka kembali melemah masih terpengaruh sentimen negatif eksternal yang memicu para investor, terutama asing, melakukan aksi jual saham.
IHSG dibuka melemah 16,01 poin atau 0,26 persen menjadi 6.095,34. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 3,99 poin atau 0,41 persen menjadi 970,99.

“Masih adanya aksi jual membuat laju IHSG melanjutkan pelemahan,” kata Analis CSA Research Institute, Reza Priyambada, di Jakarta, Selasa. Menurut dia, pelemahan IHSG terimbas oleh pergerakan bursa saham di kawasan Asia, yang akhirnya memicu aksi jual saham, terutama investor asing.

Ia menambahkan kembali melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar AS yang juga diiringi dengan pelemahan di pasar obligasi turut menjadi faktor penekan IHSG.
Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya menambahkan tekanan yang datang dari global diharapkan hanya sementara mengingat fundamental ekonomi nasional masih cukup baik.

“Tingkat kepercayaan investor masih cukup tinggi terhadap pasar modal Indonesia seiring fundamental ekonomi kita yang masih baik, sehingga tekanan di pasar diharapkan sementara,” katanya.

Bursa regional, di antaranya Indeks Nikkei melemah 41,86 poin (0,20 persen) ke 21.177,63, Indeks Hang Seng melemah 93,06 poin (0,36 persen) ke 25.659,32, dan Indeks Strait Times melemah 7,98 poin (0,36 persen) ke posisi 3.064,46. (ant)