Musim Hujan, Harga Pasir  Stabil

Denpasar (Bisnis Bali) – Adanya musim hujan, tak serta merta mengganggu aktivitas galian C. Dengan kata lain, penjual pasir tak sulit mendapatkan material. Selain itu, harganya juga cenderung tetap stabil, yakni harga jualnya Rp 2.200.000 per truk.

Salah seorang pedagang pasir pasang dan halus serta koral, I Wayan Suara, Senin (10/12) menjelaskan, biasanya dalam kondisi musim hujan, pihaknya sangat sulit mendapatkan material pasir, karena kondisi galian C terganggu. Di samping itu, dampak air hujan menyebabkan beban berat kendaraan bertambah.
”Selain sulit mendapatkan material, juga daya angkutnya tidak maksimal sehingga kami harus memiliki tempat penyimpanan sementara.  Artinya kami harus dua kali kerja sedangkan harga tetap seperti sebelumnya,” tegas Suara sambil menjelaskan untuk siap menjual pasir ke pelanggan harus antre lama di galian C. Kemudian setelah dapat giliran, isinya tidak bisa full, karena pasir campur air beban beratnya bertambah. Untuk itu, pasir di stok di penampungan. Setelah dapat isi full body truk baru dilakukan pengiriman.

Hal senada dikatakan pemilik truk lainnya, I Nengah Gunaksa. Saat hujan, katanya, memang terkendala dapat material dari galian C. Di samping itu, pada saat musim hujan juga aktivitas tukang bangunan terganggu, sehingga kebutuhan akan jenis pasir berkurang, sedangkan persaingan antar penjual pasir semakin banyak.

”Harga untuk satu truk pasir pasang sampai di Denpasar dan sekitarnya berkisar Rp 2.250.000. Kalau sampai di Jimbaran dan Nusa Dua ditambah Rp 250.000 lagi. Harga sebelum musim hujam juga sama, sedangkan akibat musim hujan dalam satu hari paling hanya bisa melayani prlanggan hanya satu kali. Sementara, saat sebelumnya bisa dapat dua kali (dari pagi sampai malam),” ujar Gunaksa sambil berharap tidsk ada hujan lagi, sehingga dapat mengirim material bahan bangunan jenis pasir dengan lancar. (sta)