Di Tengah Harga Daging Ayam Bergejolak, Bagaimana Bali Menghadapi 2 Hari Raya?

MENYAMBUT hari raya besar keagamaan, beberapa kebutuhan pokok telah mengalami kenaikan harga. Terutama daging ayam yang sudah bergejolak dari beberapa minggu jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan serta Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang datang bersamaan pada akhir tahun nanti. Akankah Bali mampu menekan lonjakan harga tersebut?
Hingga kamis (6/12) kemarin, harga daging ayam di pasaran sudah mencapai Rp40.000 per kilogram. Harga tersebut terjadi di beberapa pasar besar di Kota Denpasar, khususnya Pasar Badung, Kreneng dan Pasar Agung.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar pada Kamis 6 Desember 2018, harga daging ayam tertinggi terjadi di Pasar Kreneng dengan rata-rata Rp39.500 per kilogram. Sementara harga rata-rata pasar lainnya rata-rata Rp39.000 per kilogram.
Beberepa pedagang, seperti Khotimah pedagang di Pasar Badung, Ni Nyoman Sukariasih di Pasar Kereng mengaku menjual daging ayamnya dengan harga Rp40.000 per kilogram.
Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Broiler Bali, I Ketut Yahya Kurniadi, belum lama ini mengatakan, di tingkat peternak ada beberapa faktor penyebab harga tinggi, di antaranya, kenaikan harga pakan, pengaruh cuaca yang membuat pertumbuhan ayam tidak maksimal, hingga masih terkendalanya suplay day oul chicken (DOC).
Harga ayam di kandang saat ini dikatakannya mencapai Rp24.500 per kilogram, sementara harga pokok daging ayam setelah proses potong dan bersih mencapai Rp37.000 hingga Rp38.000 per kilogram. “Saat pedagang di pasar menjual dengan harag Rp40.000 per kilogram masih sangat wajar, mengingat harga di kandang sudah mencapai Rp24.500 per kilogram,” ujarnya.
Terkait produksi DOC, Heru Mulyanto dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, (perusahaan yang bergerak di bidang peternakan dan produksi ayam), mengatakan, untuk saat ini produksi DOC masih stabil. Pihaknya memproduksi berdasarkan jumlah induk yang ditetapkan oleh pemrintah. Namun diakuinya harga pakan ternak saat ini memang mengalami kenaikan, yang dapat mempengaruhi harga proses produksi (HPP) sehingga terjadi kenaikan harga daging ayam potong. Terutama jagung yang saat ini sudah mencapai Rp5.000 per kilogram dari biasanya Rp4.000 per kilogram, ujarnya sembari mengatakan 50 persen pakan ternak adalah jagung.
Terkait hal tersebut, Kepala Seksi Pengolahandan Pemasaran Hasil Peternakan, Dinas Peternakan Provinsi Bali, Jose Manuel Sarminto, mengatakan, saat ini terjadi lonjakan permintaan daging ayam. Dilihat dari produksi, dia mengatakan dibandingkan permintaan per tahunnya, kondisi ayam di Bali surplus. Bali mampu memproduksi sekitar 131 ribu ton daging ayam per tahun. Sementara kebutuhan hanya 48 ribu ton per tahun, ungkapnya.
Produksi ini berlangsung secara berkesinambungan. Namun diungkapkannya, pada waktu-waktu tertentu terjadi lonjakan permintaan, serta kebanyakan masyarakat Bali menginginkan daging ayam yang fresh, bukan frozen (beku). Hal ini yang membuat harga daging ayam tinggi saat permintaan tinggi.
Menanggapi hal tersebut, Kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Provinsi Bali, I Putu Astawa, mengatakan, saat ini lonjakan permintaan daging ayam memang terjadi, mengingat banyaknya kegiatan upacara khususnya pesta perkawinan yang digelar masyarakat. Jelang Galungan dan Kuningan ada banyak hari-hari baik pernikahan, yang membuat perminataan bahan kebutuhan pokok meningkat. Sehingga, kenaikan harga, khususnya daging ayam sudah terjadi sejak saat ini, ujarnya.
Untuk menekan lonjakan harga tersebut, pihaknya bersama dinas terkait terus melakukan pemantaun. Koordinasi juga terus dilakukan dengan distributor dan PT Japfa Comfeed serta Dinas Peternakan sebagai upaya menambah pasokan. Pada acara rapat kami telah bahas hal ini, dimana produksi ayam di Bali yang dikatakan surplus akan dimobilisasi kembali, untuk melihat stok di Bali saat ini. Kami upayakan dulu stok dan produksi di Bali untuk mengoptimalkan pasokan, sebelum kami mendatangkan dari luar, terangnya.
Selain itu menyediaan daging beku yang disarankan oleh staf ahli Kementrian Perdagangan sebelumnya, juga akan dilakukan oleh Bulog, namun diperuntukan sebagai pilihan kedua bagi masyarakat. Antisipasi akan terus dilakukan hingga akhir tahun nanti, mengingat selain hari raya Galungan, Bali sebagai destinasi wisata juga akan mendapat banyak kunjungan dari wisatawan baik mancanegara ataupun domestik. Terlebih pada perayaan Nataru mendatang. Diharapkannya harga daging ayam tidak melebih angka Rp40.000 per kilogram.(wid)