BI Optimis Inflasi Bali Triwulan IV lebih Rendah

Mangupura (Bisnis Bali) – Bank Indonesia (BI) mengestimasikan inflasi Bali pada triwulan IV 2018 lebih rendah dibanding triwulan III 2018, yaitu di kisaran 3 persen – 3,40 persen (yoy). Dengan demikian, inflasi Bali pada 2018 diperkirakan berada pada sasaran inflasi nasional sesuai PMK No.93/PMK.011/2014 sebesar 3,5%±1%.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Bali Azka Subhan di Nusa Dua, Jumat (7/12) menerangkan, terjaganya inflasi di Bali didukung oleh makin solidnya upaya pengendalian inflasi yang dilakukan BI dan pemerintah daerah melalui forum Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Namun, masih terdapat beberapa potensi risiko seperti potensi kenaikan tarif angkutan udara yang dapat menyebabkan tekanan inflasi kelompok administered price, faktor cuaca dan ketergantungan pasokan bahan pangan pada daerah lain.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, Azka menerangkan, inflasi kumulatif Bali Januari sampai November 2018 tercatat 2,33 persen lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional 2,5 persen (ytd).

Terjaganya perkembangan inflasi Bali di tengah-tengah tendensi peningkatan beberapa komoditas pangan, bensin dan tarif air minum tidak terlepas dari peran aktif OPD leading sektor yang tergabung dalam TPID Bali.

TPID dalam mengendalikan inflasi melalui pemantauan kecukupan stok ketahanan pangan, menjaga stabilitas dan ekspektasi harga, penggalian informasi dengan stakeholder atau instansi terkait serta melalui forum koordinasi TPID  dalam mengambil langkah langkah antisipatif pengendalian inflasi.

“Inflasi pada tingkat yang rendah dan stabil diharapkan akan menciptakan iklim yang kondusif bagi perekonomian yakni berupa kepastian usaha dan terjaganya biaya produksi yang akan mendorong peningkatan investasi dan produksi,” jelasnya.

Ia berharap pencapaian inflasi ini perlu dipertahankan dan terus diwaspadai seiring dengan adanya risiko di antaranya tingginya ketergantungan pasokan bahan pangan dari luar untuk memenuhi kebutuhan Bali.

Sementara itu berdasarkan realisasi inflasi Bali pada triwulan III 2018 tercatat sebesar 3,60 persen (yoy), lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya 3,47 persen (yoy). Capaian inflasi Bali pada periode laporan juga lebih tinggi dibanding inflasi nasional pada periode yang sama 2,88 persen (yoy).

Peningkatan inflasi tersebut terjadi pada seluruh komponen disagregasi inflasi yaitu komponen volatile food, komponen administered price dan komponen core inflation. Namun demikian, inflasi IHK Bali pada triwulan III 2018 masih berada dalam kisaran sasaran inflasi nasional BI.

Pengendalian inflasi pada November di Bali mengalami inflasi 0,3 persen (mtm) setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi 0,09 persen (mtm). Dengan demikian secara tahunan inflasi Bali terdapat 3,43 persen yoy masih dalam kisaran sasaran inflasi nasional 3,5 persen plus minus 1 persen yoy. (dik)