Pebisnis Perhiasan Berharap Transaksi Meningkat jelang Galungan

MOMEN menjelang Galungan tak kalah ditunggu pebisnis perhiasan emas dan perak untuk meningkatkan pendapatan. Owner Sinar Mulya, Aryanto, Senin (3/12) menyampaikan, geliat transaksi mulai ada. Terutama jual perhiasan bekas untuk mendapatkan dana segar maupun tukar tambah dengan perhiasan baru. “Ini amat kami harapkan untuk meningkatkan pendapatan,” katanya.

Mempersiapkan meningkatnya transkasi jelang hari raya, tak hanya dilakukan dengan menggeber diskon mulai 5-10 persen, juga menyiapkan desain dan motif perhiasan baru baik yang bernuansa tradisi maupun modern. Biasanya konsumen yang cukup uang pada momen ini akan memanfaatkan waktunya memilih perhiasan terbaru untuk digunakan pada hari raya. Kalangan muda biasanya menyukai desain dan motif modern sedangkan kalangan orangtua cenderung memilih perhiasan bermotif tradisi.

Dia optimis, dengan menjaga kualitas produk perhiasan kepercayaan pasar dapat digaet. Kini konsumen sudah makin selektif memilih sehingga kalau perhiasan kualitasnya rendah akan ketahuan dari kadar, warna, dan motifnya. Perhiasan emas berkualitas memiliki kadar 22 dan 23 karat yang dikenal dengan emas 91 persen.

Kadar ini cukup awet dan nilai purnajualnya relatif stabil dan bahkan bisa menguntungkan pada saat harga emas naik. Saat ini emas 23 karat kisarannya Rp650 ribu-Rp675.000 per gram tergantung rumitnya desain dan motif. Sistem produksi juga menentukan umumnya produksi manual dihitung Rp75.000 – Rp125.000 per gram.

Pebisnis perhiasan emas dan perak, Agung Gede, menyampaikan perhiasan emas yang dipilih untuk investasi tak berlebihan karena memang memberi keuntungan di masa depan. Karena itu di saat harga emas turun, biasanya investor meningkatkan pembelian emas batangan. Sedangkan dalam bentuk perhiasan harganya cenderung tetap mahal karena menghitung biaya desain dan motif. Jelang Galungan ini dia optimis transaksi ramai karena bukan saja untuk pembelian perhiasan baru tapi juga penjualan investasi konsumen untuk mendapatkan dana segar guna memenuhi atau menambah belanja hari raya. (gun)