Promosi Digital, Batasi Aksi Spekulan Kain Tradisional Bali

ERA digital memberi peluang dan kesempatan bagi produsen kain tenun ikat Bali dalam mempromosikan hasil karya mereka tanpa khawatir lagi dimanfaatkan para pengepul. Demikian pebisnis kain tenun ikat Bali, songket dan endek  Ida Ayu Mas, baru – baru ini.

Perkembangan era digital menguntungkan produsen yang bisa leluasa mengekspresikan bahasa promosi produk mereka di media sosial yang dipilih. Dampak yang cepat, luas, dan efisien, serta murah ini, makin mendekatkan produsen dengan masyarakat luas.

“Ini patut diaplikasikan dalam bisnis karena produk kearifan lokal Bali ini akan makin terkenal dan berpeluang sukses dalam pemasaran,” ujarnya.

Beda ketika masoh viur memanfaatkan promosi konvensional. Kalau terlibat langsung promosi di pameran atau pesta seni tak apa – apa. Yang jadi masalah ketika produsen hanya mengandalkan dan berharap pada para pengepul semata. Selain penawaran sangat rendah, ini juga dapat mematikan kreativitas produsen karena penghargaan atas karya seni yang dihasilkan sangat rendah.

Dia juga mengatakan, kemajuan teknologi digital menuntut para produsen kain tradisional terus berinovasi. Itu karena dengan cara itu potensi menggaet pasar akan lebih besar, di samping  mampu mengantisipasi aksi para pengepul dan spekulan dengan menawar harga produk di rumah produksi serendah – rendahnya, sementara dijual lagi dengan harga berlipat – lipat. Promosi langsung diharapan melibatkan produsen langsung sehingga bisa memahami selera pasar juga daya belinya.

Sebelumnya, Dewa Ayu Oka, produsen kain tradisional Bali menyampaikan promosi di dunia maya memang tak kalah efektif sehingga mampu memberi dampak positif pada pendapatan. Demikian ikut pada Pesta Kesenian Bali ( PKB) tak klaah efektif selain jadi sorotan media, juga berpotensi dikunjungi banyak konsumen. Dengan trik jitu diharapkan berbuah hasil yang positif, tak hanya mendapat order kontinu, harga produk juga meningkat. (gun)