PELATIHAN - Melalui pelatihan akan dapat meningkatkan kualitas SDM BPR.

Denpasar (Bisnis Bali) – Dalam penyusunan rencana bisnis bank (RBB), bank perkreditan rakyat (BPR) dituntut mampu mendorong pertumbuhan aset dan kredit. Peningkatan kualitas SDM terutama di bagian kredit, menjadi syarat mutlak mencapai pertumbuhan aset dan kredit BPR.

Ketua DPK Perbarindo Bali Timur, Dewa Gde Meranggi Darmawijaya, Jumat (30/11) mengatakan, walaupun di tengah kondisi ekonomi melambat, setiap BPR tentu akan berupaya menargetkan pertumbuhan usaha BPR. Seperti pada 2019, BPR yang masih dikategorikan beraset kecil harus tertantang mencapai pertumbuhan yang relatif besar.

Ia menjelaskan, ketika aset kecil kendala bagi BPR menyalurkan kredit dalam jumlah besar. Secara bertahap pemegang saham dituntut secara bertahap untuk menambah modal. “Aset kecil tentu BPR terbatas menyalurkan kredit,” katanya.

Dirut PT BPR Sari Jaya Sedana Klungkung ini memaparkan, BPR tentunya tidak mudah untuk mengenjot pertumbuhn aset dan kredit. Target BPR paling tidak mampu tumbuh di atas pertumbuhan rata-rata BPR.

Bagi BPR yang beraset kecil, angka pertumbuhan yang besar akan menampilkan nominal pertumbuhan nilai aset dan kredit yang kecil. Ini  dikarenakan, terbatas modal BPR sulit mengembangkan usaha. Walaupun demikian, BPR dituntut berkompetisi guna mendorong pertumbuhan BPR.

Menurutnya, peningkatan pertumbuhan BPR terwujud ketika BPR terus meningkatkan kualitas sumber daya manusi (SDM). Ini terutama peningkatan kompetensi terutama SDM di bagian kredit.

Dewa Gde Meranggi Darmawijaya menambahkan, penambahan SDM baru juga akan menentukan dan memacu pertumbuhan aset dan kredit. “BPR akan mendapatkan energi baru dari SDM baru dalam mencapai pertumbuhan kredit,” katanya.

Sekretaris DPD Perbarindo Bali, Ketut Komplit mengakui, 2018 rata-rata kualitas kredit BPR di Bali mengalami penurunan. Ke depan, perlu dibuatkan RBB guna mewujudkan pertumbuhan BPR yang berkualitas. Pertumbuhan kredit dibutuhkan account officer dan analisis kredit yang baik. “SDM BPR wajib memiliki keterampilan, kompetensi, dan punya integritas,” katanya. (kup)